<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>artikel tentang aqidah dan manfaat pendidikan islam menurut sunnah nabi</title>
	<atom:link href="http://manfaat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manfaat.wordpress.com</link>
	<description>mari jadikan  hidup kita lebih bermanfaat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 07:31:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='manfaat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>artikel tentang aqidah dan manfaat pendidikan islam menurut sunnah nabi</title>
		<link>http://manfaat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://manfaat.wordpress.com/osd.xml" title="artikel tentang aqidah dan manfaat pendidikan islam menurut sunnah nabi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://manfaat.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>HUKUMAN UNTUK FIR&#8217;AUN</title>
		<link>http://manfaat.wordpress.com/2010/07/27/hukuman-untuk-firaun/</link>
		<comments>http://manfaat.wordpress.com/2010/07/27/hukuman-untuk-firaun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 12:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manfaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[bimbingan islam]]></category>
		<category><![CDATA[aun]]></category>
		<category><![CDATA[bani isroil]]></category>
		<category><![CDATA[fir]]></category>
		<category><![CDATA[harun]]></category>
		<category><![CDATA[hukuman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[musa]]></category>
		<category><![CDATA[raja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manfaat.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Nasihat terus diberikan oleh orang dekat Fir&#8217;aun yang sudah me- ngikuti da&#8217;wah Nabi Musa dan Nabi Harun. Tetapi kesombongan Fir&#8217;aun menghalanginya dari menerima nasihat tersebut. وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ &#8220;Hai kaumku, bagaimanakah kalian ? Aku menyeru kalian kepada kesela matan, tapi kalian malah menyeru aku ke neraka ?&#8221; ( [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=143&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nasihat terus diberikan oleh orang dekat Fir&#8217;aun yang sudah me- ngikuti da&#8217;wah Nabi Musa dan Nabi Harun. Tetapi kesombongan Fir&#8217;aun menghalanginya dari menerima nasihat tersebut.</p>
<p>وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ</p>
<p>&#8220;Hai kaumku, bagaimanakah kalian ? Aku menyeru kalian kepada kesela matan, tapi kalian malah menyeru aku ke neraka ?&#8221; ( Qs Al-Mu&#8217;min : 41 )</p>
<p>Demikian keadaan orang-orang yang tidak beriman, tatkala diajak kepada kebaikan, mereka menolak, bahkan balik mengajak kepada kekafiran.</p>
<p>تَدْعُونَنِي لِأَكْفُرَ بِاللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَأَنَا أَدْعُوكُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ</p>
<p>&#8220;( Kenapa ) kalian menyeruku supaya kafir kepada Alloh dan memperse-kutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui padahal aku menyeru ka-lian ( beriman ) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun ?&#8221;</p>
<p>( Qs. Al-Mu&#8217;min : 42 )</p>
<p>Yang demikian karena syetan telah memperdaya mereka sehingga mere-ka berubah menjadi antek-antek syetan yang menyeru kepada kekafiran dan neraka, sebagaimana firman Alloh ta&#8217;ala :</p>
<p>وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا</p>
<p>&#8220;Begitulah, Kami telah menjadikan bagi setiap nabi ada musuh-musuh yang berupa syetan dari kalangan manusia dan  jin yang sebagiannya membisikkan kepada sebagian lainnya perkataan yang indah tetapi meni- pu.&#8221;                                                                                ( Qs. Al-An&#8217;am : 112 )</p>
<p>Syetan-syetan jin bala tentara Iblis membisikakkan godaan dan penyesa- tan kepada Fir&#8217;aun dan bala tentaranya, kemudian diikuti oleh Fir&#8217;aun dan bala tentaranya mengajak manusia berbuat syirik dan kekafiran.</p>
<p>لا جَرَمَ أَنَّمَا تَدْعُونَنِي إِلَيْهِ لَيْسَ لَهُ دَعْوَةٌ فِي الدُّنْيَا وَلَا فِي الْآخِرَةِ وَأَنَّ مَرَدَّنَا إِلَى اللَّهِ وَأَنَّ الْمُسْرِفِينَ هُمْ أَصْحَابُ النَّارِ</p>
<p>&#8220;Sudah pasti bahwa apa yang kalian seru supaya aku ( beriman ) kepada- nya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya kita kembali kepada Alloh dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka.&#8221;</p>
<p>( Qs. Al-Mu&#8217;min : 43 )<span id="more-143"></span></p>
<p>Memang seruan Fir&#8217;aun dan bala tentaranya untuk berbuat syirik dan ke-kafiran tidak memiliki kekuatan ilmiyah sebuah hujjah, namun kekuasaan dan tipu daya dengan kata-kata yang menipu menyebabkan banyak orang yang terpedaya. Padahal semuanya itu hanyalah persangkaan kosong.</p>
<p>أَلا إِنَّ لِلّهِ مَن فِي السَّمَاوَات وَمَن فِي الأَرْضِ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ شُرَكَاء إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ</p>
<p>&#8220;Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Alloh semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Alloh, tidaklah mengikuti ( suatu keyakinan ). Mereka tidak mengi kuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.&#8221;</p>
<p>( Qs. Yunus : 66 )</p>
<p>Seperti yang baru-baru terjadi, ketika banyak orang menganggap bahwa batu Ponari mampu menyembuhkan segala macam penyakit. Padahal sete lah diteliti oleh dunia kedokteran, tidak ada sama sekali khasiat pada batu Ponari itu. Semua itu hanyalah persangkaan orang-orang yang bodoh dan jauh dari ilmu dan iman.</p>
<p>Karena badelnya Fir&#8217;aun dan bala tentaranya, orang beriman dari kaum Fir&#8217;aun yang menasihati Fir&#8217;aun akhirnya berkata :</p>
<p>فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ</p>
<p>&#8220;Kelak kalian akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kalian. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.&#8221;                               ( Qs. Al-Mu&#8217;min : 44 )</p>
<p>Yakni nanti pada hari Qiyamat, setiap orang yang mendustakan kebena- ran akan melihat apa yang selalu mereka dustakan. Mereka menyesal, te-tapi penyesalan yang terlambat.</p>
<p>وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ</p>
<p>&#8220;Mereka berkata : &#8220;Seandainya dahulu ( di dunia ) kami mau mendengar ( seruan da&#8217;wah kebenaran ) atau kami mau berfikir ( tentangnya ) nisca-ya kami tidak akan menjadi penghuni neraka Sa&#8217;ir.&#8221;   ( Qs. Al-Mulk : 10 )</p>
<p>Kesombongan dan sikap taqlid ( ikut-ikutan ) kepada tradisi nenek mo-yang yang tidak berilmu adalah penyebab utama dari penyesalan di akhi- rat. Demikian pula setiap orang yang menolak kebenaran dengan alasan taqlid akan mendapatlan azab, bahkan sejak dari dalam kuburnya. Karena di antara pertanyaan kubur adalah : &#8220;Apa ilmumu ?&#8221;</p>
<p>وَأَمَّا الْمُنَافِقُ أَوْ الْمُرْتَابُ فَيَقُولُ لا أَدْرِي سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ شَيْئًا فَقُلْتُهُ</p>
<p>&#8220;Ada pun orang munafiq atau orang yang ragu, dia menjawab : &#8220;Aku ti-dak tahu, aku hanya mendengar orang-orang mengatakan sesuatu, lantas aku ikut mengatakannya.&#8221;     ( HR. Ahmad, Al-Bukhori dan Ibnu Majah )</p>
<p>Itulah di antara penyebab azab qubur dan azab akhirat, yaitu taqlid.</p>
<p>Keingkaran dan kesombongan Fir&#8217;aun dan bala tentaranya menja- dikan turunnya hukuman dari Alloh U :</p>
<p>وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَونَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِّن الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ</p>
<p>Dan sesungguhnya Kami telah menghukum ( Fir&#8217;aun dan ) kaumnya de- ngan ( mendatangkan ) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.&#8221; ( Qs Al-A&#8217;rof : 130 )</p>
<p>Musim kemarau yang panjang serta kondisi kurang pangan bisa jadi me-rupakan hukuman dari Alloh Y . Oleh karena itu sangat dianjurkan bagi suatu daerah yang tertimpa paceklik untuk memperbanyak istighfar dan taubat sebelum melaksanakan sholat istisqo&#8217; atau sholat minta hujan.</p>
<p>Fir&#8217;aun dan bala tentaranya yang banyak berbuat dosa kepada Alloh mau pun kepada sesama manusia akhirnya mendapatkan hukuman dari Alloh agar segera sadar dan bertaubat. Tetapi ternyata hukuman ini tidak mem-pan, bahkan menambah keingkaran Fir&#8217;aun dan bala tentaranya.</p>
<p>فَإِذَا جَاءتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُواْ لَنَا هَـذِهِ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُواْ بِمُوسَى وَمَن مَّعَهُ أَلا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِندَ اللّهُ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ</p>
<p>&#8220;Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: &#8220;Itu adalah karena ( usaha ) kami.&#8221; Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah keteta- pan dari Alloh, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.&#8221;</p>
<p>( Qs. Al-A&#8217;rof : 131 )</p>
<p>Inilah di antara bentuk kesombongan dan keingkaran Fir&#8217;aun. Dia tetap berupaya mencari pembenaran untuk dirinya sambil mencari kambing hi-tam untuk menyelamatkan wibawanya di hadapan rakyatnya. Musa, Ha-run dan orang-orang yang beriman yang selalu dijadikan kambing hitam atas musibah dan kemarau panjang yang menimpa mereka. Tujuannya je-las, yaitu menjauhkan rakyatnya dari da&#8217;wah Nabi Musa dan Nabi Harun, sehingga rakyatnya tetap setia kepada Fir&#8217;aun dan ajarannya.</p>
<p>Tindakan serupa juga banyak dilakukan oleh para penganut klenik yang selalu menyalahkan orang-orang yang tidak mau memberikan sesajen ke-pada berhala mereka ketika turun suatu musibah. Padahal semua itu ada-lah hukuman dari Alloh Y untuk menyadarkan mereka.</p>
<p>( &#8216;Abdulloh A. Darwanto</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manfaat.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manfaat.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manfaat.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manfaat.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manfaat.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manfaat.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manfaat.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manfaat.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manfaat.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manfaat.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manfaat.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manfaat.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manfaat.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manfaat.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=143&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manfaat.wordpress.com/2010/07/27/hukuman-untuk-firaun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59dd585d01eb3eafbef3ec01f241b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">manfaat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Hadits Nabi saw</title>
		<link>http://manfaat.wordpress.com/2010/04/17/mengenal-hadits-nabi-saw-11/</link>
		<comments>http://manfaat.wordpress.com/2010/04/17/mengenal-hadits-nabi-saw-11/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 03:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manfaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Atsar]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manfaat.wordpress.com/2010/04/17/mengenal-hadits-nabi-saw-11/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ( الحديث ) menurut bahasa bermakna “ baru ”. Menurut istilah para ulama ahli hadits yaitu : “Apa saja yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw baik yang berupa perkataan, perbuatan, persetujuan ( taqrir ) maupun sifat-sifat beliau.” Hadits disebut pula dengan beberapa nama yang lain, yaitu : 1. Sunnah ( السنة ) 2. Khobar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=141&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hadits ( الحديث ) menurut bahasa bermakna “ baru ”. Menurut istilah para ulama ahli hadits yaitu : “Apa saja yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw baik yang berupa perkataan, perbuatan, persetujuan  ( taqrir ) maupun sifat-sifat beliau.”<br />
Hadits disebut pula dengan beberapa nama yang lain, yaitu :<br />
1.	Sunnah ( السنة )<br />
2.	Khobar ( الخبر ), namun dalam perkembangannya istilah Khobar lebih umum meliputi semua berita, dari Nabi saw atau pun dari selain beliau.<br />
3.	Atsar ( الأثر ), namuan dalam perkembangannya istilah atsar lebih banyak dipakai untuk penukilan dari para Shahabat ra, para Tabi’in dan para ‘ulama Salaf lainnya.<br />
Ulama ahli hadits disebut Muhaddits ( المحدث ).<br />
BEBERAPA ISTILAH PENTING<br />
	Hadits terbagi menjadi dua bagian, yaitu Sanad ( السَّنَدُ ) dan Matan ( الْمَتْنُ ). Sanad adalah susunan para perowi suatu hadits, disebut pula dengan isnad ( الإسناد ). Rowi ( الراوي ) yaitu orang yang meriwayatkan hadits. Dan Matan adalah bunyi teks dari hadits. Contoh :<br />
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَ إ ِنَّمَا ِلامْرِئٍ مَا نَوَى<br />
“ ‘Abdulloh bin Maslamah bin Qo’nab telah bercerita kepada kami : Malik telah bercerita kepada kami dari Yahya bin Sa’id dari Muhammad bin Ibrohim dari ‘Alqomah bin Waqqosh dari ‘Umar bin Al-Khoththob, dia berkata : “Rosululloh saw bersabda : “Sesungguhnya amalan-amalan itu hanya bergantung kepada niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang dia niatkan.”<br />
Hadits tersebut dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam Shohih-nya.<br />
Perkataan Imam Muslim dari sejak ‘Abdulloh bin Maslamah bin Qo’nab telah bercerita kepada kami hingga dari ‘Umar bin Al-Khoththob disebut dengan Sanad. Bunyi sabda Rosululloh saw disebut Matan.<br />
Imam Muslim yang mengeluarkan hadits ini dalam kitabnya, maka dia disebut Mukhorrij ( المخرج ). Kemudian awal sanad dimulai dari rowi terdekat dengan Mukhorrij, yaitu ‘Abdulloh bin Maslamah, dan akhir sanad adalah rowi yang terjauh yaitu ‘Umar bin Al-Khoththob.<br />
	Ilmu Hadits terbagi dua yaitu ilmu tentang seluk-beluk sanad dan matan hadits untuk menentukan keshohihan hadits disebut Ilmu Hadits Diroyat atau Mushtholah Hadits. Sedang ilmu hadits yang membahas tentang makna dari hadits-hadits Nabi saw disebut Ilmu Hadits Riwayat.<br />
SEJARAH PENULISAN HADITS<br />
	Hadits Nabi saw memang belum ditulis secara umum pada zaman Nabi saw masih hidup, karena ketika itu Al-Qur’an masih dalam proses diturunkan dan diurutkan. Bahkan Nabi saw melarang masyarakat umum dari menulis hadits, sebagaimana sabdanya :<br />
لا تَكْتُبُوْا عَنِّيْ وَ مَنْ كَتَبَ عَنِّيْ غَيْرَ الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ وَ حَدِّثُوْا عَنِّيْ وَ لا حَرَجَ وَ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ<br />
“Janganlah kalian menulis sesuatu pun dariku, barangsiapa yang telah menulis dariku selain Al-Qur’an hendaklah dia menghapusnya, dan beritakanlah hadits dariku, yang demikian tidak berdosa, namun barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, hendaklah dia mengambil tempat duduknya dari api neraka.” ( HR. Muslim )<br />
Larangan penulisan hadits ini dimaksudkan untuk menjaga agar tidak tercampur antara tulisan Al-Qur’an dengan tulisan hadits.<br />
	Walaupun demikian, Nabi saw memberikan izin kepada orang-orang tertentu untuk menulis hadits yang diyakini tidak akan terjadi tercampurnya tulisan Al-Qur’an dengan tulisan hadits pada mereka. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat :<br />
فَقَامَ أَبُو شَاهٍ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْيَمَنِ فَقَالَ : اكْتُبُوْا لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : اكْتُبُوْا لأَبِيْ شَاهٍ<br />
“Berdirilah Abu Syah, yakni seorang laki-laki dari penduduk Yaman, dia berkata : “Tuliskan untukku, wahai Rosullulloh !” Maka Rosululloh saw bersabda : “Tuliskan untuk Abu Syah !”     ( HR. Al-Bukhori dan Abu Dawud )<br />
	Meskipun demikian, hadits Nabi saw tetap dihafal dan diriwayatkan oleh para Shahabat ra, karena Nabi saw bersabda :<br />
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَ رُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ<br />
“Semoga Alloh menjadikan putih cemerlang seseorang yang mendengar sebuah hadits dari kami, kemudian menghafalkan dan menyampaikannya karena mungkin saja terjadi orang membawa ilmu kepada orang yang lebih faham darinya, dan mungkin terjadi orang yang membawa ilmu tidak faham tentang ilmunya itu.” ( HSR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, danAl-Hakim )<br />
Rosululloh saw juga memerintahkan untuk meriwayatkan hadits :<br />
أَلا لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَلَعَلَّ بَعْضَ مَنْ يُبَلِّغُهُ يَكُوْنُ أَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَنْ سَمِعَهُ<br />
“Hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir,  karena mungkin terjadi sebagian orang yang disampaikan ( hadits ) kepadanya lebih menguasai daripada sebagian orang yang mendengarnya ( langsung ).”	( HR. Ahmad, Al-Bukhori, Muslim, dan Ibnu Majah )<br />
Namun begitu Rosululloh saw tetap memerintahkan kepada para Shahabat agar tetap selektif dalam menyampaikan hadits :<br />
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ<br />
“Cukuplah seseorang dianggap pendusta bila dia memberitakan setiap apa yang dia dengar.” ( HR. Muslim )<br />
Dalam riwayat yang lain disebutkan :<br />
كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ<br />
“Cukup seseorang dianggap berdosa bila dia memberitakan setiap apa yang dia dengar.” ( HSR. Abu Dawud )<br />
Sehingga Hadits Nabi saw pada zaman beliau dan zaman Al-Khulafa Ar-Rosyidin dijaga dengan cara dihafal dan diriwayatkan secara hati-hati agar tidak terjadi kesalahan.<br />
	Saat terjadi konflik pada zaman Kholifah ‘Ali bin Abi Tholib ra mulai bermunculan orang-orang yang buruk agama dan akhlaknya yang membuat hadits-hadits palsu untuk mendukung golongannya. Kemudian bermunculan banyak pemalsu hadits dari kalangan orang-orang sesat, musuh-musuh Islam yang menyusup di tengah-tengah kaum muslimin, dan para pengekor hawa nafsu. Ada pula orang-orang yang berniat baik namun memakai cara-cara yang buruk untuk memotivasi orang lain agar giat beramal dengan cara membuat hadits-hadits palsu seputar keutamaan amal.<br />
	Melihat kondisi hadits Nabi ra yang terancam keasliannya dengan bertebarannya hadits-hadits palsu, maka Kholifah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rohimahulloh memerintahkan kepada Abu Bakar bin Hazm untuk meneliti, mengumpulkan dan membukukan hadits. Kholifah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rohimahulloh berani melakukan kegiatan pengumpulan dan pembukuan hadits karena pada zaman beliau mushhaf Al-Qur’an sudah tersebar ke segala penjuru dunia Islam, sehingga tidak ada kekhawatiran akan tercampurnya tulisan hadits dengan tulisan Al-Qur’an.<br />
	Tindakan ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rohimahulloh memotivasi para ‘ulama yang lain untuk melakukan hal serupa, sehingga bangkitlah para ‘ulama Ahli Hadits untuk menulis hadits. Seperti Imam Malik bin Anas rohimahulloh yang menulis kitab Al-Muwatho’, Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i rohimahulloh yang menulis kitab Al-Musnad, Imam Ahmad bin Hanbal yang menulis kitab Al-Musnad dan lain-lain. Tetapi ketika itu hadits-hadits yang dikumpulkan dalam kitab-kitab yang mereka tulis belum diseleksi. Untuk menyeleksi hadits-hadits yang telah tertulis dalam kitab-kitab tersebut, para ‘ulama menetapkan suatu kaidah yang dikenal dengan MUSHTHOLAH HADITS ( مصطلح الحديث ).<br />
	Setelah itu muncul Imam Al-Bukhori yang memulai menulis kitab yang hanya memuat hadits-hadits yang shohih saja. Lalu diikuti oleh muridnya, yaitu Imam Muslim. Kemudian susul-menyusul para ‘ulama yang mengikuti jejak mereka.<br />
	Generasi berikutnya adalah generasi ‘ulama yang berupaya untuk menjelaskan makna hadits. Maka bermunculan kitab-kitab Syarah Hadits seperti Al-Minhaj Syarah Shohih Muslim oleh Imam An-Nawawi, Fathul Baarii Syarah Shohih Al-Bukhori karya Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqolani, dan lain-lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manfaat.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manfaat.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manfaat.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manfaat.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manfaat.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manfaat.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manfaat.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manfaat.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manfaat.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manfaat.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manfaat.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manfaat.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manfaat.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manfaat.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=141&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manfaat.wordpress.com/2010/04/17/mengenal-hadits-nabi-saw-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59dd585d01eb3eafbef3ec01f241b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">manfaat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGENAL AL_QUR&#8217;AN</title>
		<link>http://manfaat.wordpress.com/2010/04/15/mengenal-al_quran/</link>
		<comments>http://manfaat.wordpress.com/2010/04/15/mengenal-al_quran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 23:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manfaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[hadits Qudsi]]></category>
		<category><![CDATA[Keaslian]]></category>
		<category><![CDATA[Sejaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manfaat.wordpress.com/2010/04/15/mengenal-al_quran/</guid>
		<description><![CDATA[Al-Qur’an berasal dari kata قَرَأَ يَقْرَأُ قُرْآنًا yang bermakna “membaca” atau “mengumpulkan”. Sehingga Al-Qur’an merupakan bacaan yang berisi kumpulan berita dan hukum. Sedangkan menurut istilah syari’at Al-Qur’an adalah : “Firman Alloh ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang diawali dengan Surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surat An-Naas ”. PERBEDAAN AL-QUR’AN DENGAN HADITS QUDSI Al-Qur’an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=130&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al-Qur’an berasal dari kata قَرَأَ يَقْرَأُ قُرْآنًا yang bermakna “membaca” atau “mengumpulkan”. Sehingga Al-Qur’an merupakan bacaan yang berisi kumpulan berita dan hukum. Sedangkan menurut istilah syari’at Al-Qur’an adalah : “Firman Alloh ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang diawali dengan Surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surat An-Naas ”.<br />
PERBEDAAN AL-QUR’AN DENGAN HADITS QUDSI<br />
	Al-Qur’an dan Hadits Qudsi sama-sama firman Alloh, dan sama-sama diriwayatkan oleh Nabi Muhammad saw, perbedaannya adalah :<br />
1.	Al-Qur’an termasuk firman Alloh yang tercakup dalam mushhaf sebagaimana yang Alloh kehendaki, sedangkan Hadits Qudsi tidak termasuk dalam isi mushhaf.<br />
2.	Bunyi dan makna Al-Qur’an sudah baku sebagaimana datang dari sisi Alloh, sedangkan Hadits Qudsi hanya riwayat secara makna sedangkan bunyinya tidak baku dari Alloh ta’ala.<br />
3.	Al-Qur’an diriwayatkan secara mutawatir, sedangkan riwayat Hadits Qudsi tidak mencapai derajat mutawatir.<br />
4.	Membaca Al-Qur’an harus menggunakan kaidah ilmu tajwid, sedangkan membaca Hadits Qudsi tidak perlu memakai tajwid.<br />
PENJAGAAN KEASLIAN AL-QUR’AN<br />
	Al-Qur’an adalah kitab suci yang lansung mendapatkan jaminan penjagaan dari Alloh, sebagaimana firman Alloh ta’ala :<br />
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ<br />
“Sesungguhnya Kami Yang menurunkan Al Qur&#8217;an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”	                              ( Qs. Al-Hijr : 9 )<br />
	Bukti yang lainnya tentang jaminan keaslian Al-Qur’an adalah diturunkannya Al-Qur’an dalam bahasa ‘arab yang vonemis, yang mana perubahan satu ketukan kata bisa merubah arti atau maknanya. Dan Al-Qur’an sejak awal diturunkan hingga hari ini masih tetap berbahasa ‘arab sebagaimana saat awal diturunkan. Oleh karena itu para pakar theologi dari berbagai agama mengakui bahwa hanya ada satu kitab suci yang ada di dunia ini yang tidak mengalami perubahan sedikit pun, yaitu Al-Qur’an.<br />
	Bukti lain tentang jaminan keaslian Al-Qur’an adalah kejelasan tentang sejarah penulisan Al-Qur’an sejak dari awal diturunkan hingga hari ini.<br />
SEJARAH PENULISAN AL-QUR’AN<br />
	Al-Qur’an sudah ditulis pada zaman Nabi Muhammad saw masih hidup, baik atas perintah beliau kepada para sekretarisnya atau pun atas inisiatif pribadi para Shahabat ra. Sehingga  ketika Nabi Muhammad saw masih hidup, Al-Qur’an sudah dihafal oleh ratusan orang dan ditulis oleh para Shahabat. Dan untuk menghindari kesalahan penulisan Al-Qur’an. Nabi Muhammad saw melarang kepada khalayak umum untuk menulis hadits, sebagaimana sabda beliau :<br />
لا تَكْتُبُوْا عَنِّيْ وَ مَنْ كَتَبَ عَنِّيْ غَيْرَ الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ وَ حَدِّثُوْا عَنِّيْ وَ لا حَرَجَ وَ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ<br />
“Jangan;ah kalian menulis dariku ! Barangsiapa yang menulis dariku selain Al-Qur’an, hendaklah dia menghapusnya ! Dan beritakanlah hadits dariku, maka dia tidak berdosa. Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja hendaklah dia mengambil tempat duduknya dari api neraka !”				                                 ( HR. Muslim )<br />
Periwayatan hadits di zaman itu hanya boleh secara makna, tidak dengan tulisan, kecuali beberapa orang saja yang diyakini tidak akan tercampur antara tulisan haditsnya dengan tulisan Al-Qur’an yang boleh menulis hadits. Sedangkan penulisan Al-Qur’an hampir dilakukan oleh seluruh shahabat Nabi saw .<br />
	Pada zaman Kholifah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra, yaitu ketika banyak para penghafal Al-Qur’an yang gugur di medan juang, shahabat ‘Umar bin Al-Khoththob ra mengusulkan kepada Abu Bakar ra untuk menghimpun semua catatan Al-Qur’an menjadi satu buah mushhaf agar Al-Qur’an tidak musnah. Maka Abu Bakar ra menugaskan shahabat Zaid bin Tsabit ra yang juga seorang penghafal Al-Qur’an yang diakui oleh semua kalangan untuk melaksanakan tugas pengumpulan Al-Qur’an ini. Zaid bin Tsabit ra segera mengumpulkan Al-Qur’an dengan metode yang sangat teliti, yaitu sebuah ayat baru bisa dia tulis ketika telah ada minimal sebuah catatan dan kesaksian 2 orang yang menghafalkan ayat tersebut. Karena itulah tugas ini memakan waktu yang lama. Kemudian hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar ra. Sepeninggal Abu Bakar ra, mushhaf tersebut disimpan oleh kholifah berikutnya yaitu ‘Umar ra.Dan setelah ‘Umar bin Al-Khoththob ra wafat, mushhaf disimpan oleh Hafshoh isteri Rosululloh saw.<br />
	Ketika zaman Kholifah ‘Utsman bin ‘Affan ra yang mana ketika itu wilayah kaum muslimin sudah sangat luas meliputi berbagai bangsa dengan dialek bahasa yang berbeda-beda, muncul permasalahan baru, yaitu perbedaan dialek ( lahjah ) dalam membaca Al-Qur’an. Persoalan ini dilaporkan oleh shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman ra kepada kholifah ‘Utsman ra Kemudian ‘Utsman membentuk sebuah tiem penggandaan Al-Qur’an dengan penyeragaman dialek yaitu dengan dialek yang Al-Qur’an diturunkan dengannya, yaitu dialek Quroisy. Ditunjuklah Zaid bin Tsabit, ‘Abdulloh bin Az-Zubair, Sa’id bin Al-‘Ash dan ‘Abdur Rohman bin Al-Harits bin Hisyam ra untuk menyalin mushhaf yang ada di tangan Hafshoh untuk digandakan menjadi lima buah dan dikirimkan ke beberapa daerah sebagai panduan bacaan di sana.<br />
	Setelah itu, Al-Qur’an terus-menerus digandakan dan dihafalkan oleh berjuta orang di setiap zamannya. Bahkan di setiap Negara ada sebuah panitia yang khusus bertugas mengontrol setiap percetakan Al-Qur’an supaya tetap sesuai dengan bunyi ketika pertama kali diturunkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manfaat.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manfaat.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manfaat.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manfaat.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manfaat.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manfaat.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manfaat.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manfaat.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manfaat.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manfaat.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manfaat.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manfaat.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manfaat.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manfaat.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=130&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manfaat.wordpress.com/2010/04/15/mengenal-al_quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59dd585d01eb3eafbef3ec01f241b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">manfaat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GHIBAH ! SI PEMBAWA BENCANA</title>
		<link>http://manfaat.wordpress.com/2009/10/13/ghibah-si-pembawa-bencana/</link>
		<comments>http://manfaat.wordpress.com/2009/10/13/ghibah-si-pembawa-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 23:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manfaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[bimbingan islam]]></category>
		<category><![CDATA[ghibah]]></category>
		<category><![CDATA[gosip]]></category>
		<category><![CDATA[ngomongin orang]]></category>
		<category><![CDATA[ngrasani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manfaat.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu ghibah ? Saudaraku ! ada suatu perkara yang kelihatannya ringan dilakukan dan banyak manusia baik sadar atau tidak sadar terjerumus didalamya, namun sesungguhnya perkara ini adalah perkara haram yang mengandung dosa besar. Itulah  Ghibah, akhlak tercela ini wajib diwaspadai dan dijauhi oleh setiap muslim. Sebab Ghibah   bertentangan dengan akhlak mulia yang semestinya dimiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=128&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><em>Apa itu ghibah ?</em></strong><strong> S</strong><strong>audaraku !</strong> ada suatu perkara yang kelihatannya ringan dilakukan dan banyak manusia baik sadar atau tidak sadar terjerumus didalamya, namun sesungguhnya perkara ini adalah perkara haram yang mengandung dosa besar. Itulah  <strong><em>Ghibah,</em></strong> akhlak tercela ini wajib diwaspadai dan dijauhi oleh setiap muslim. Sebab Ghibah   bertentangan dengan akhlak mulia yang semestinya dimiliki oleh seorang muslim. <strong>Perhatikan ! </strong>definisi ghibah, supaya kita bisa mewaspadainya.</p>
<p><em>Imam Al-Jurjani berkata :</em> “Ghibah adalah menyebut kejelekan orang, tanpa sepengetahuannya”  <em>At-Kafawi berkata</em> : “ Ghibah adalah berbicara mengenai seseorang, tanpa sepengetahuannya” <em>At-Tahanawi berkata</em> :          “Ghibah adalah engkau menyebut saudaramu dengan perkataan yang jika perkataan itu sampai kepadanya, dia tidak menyukainya. Sama saja apakah engkau menyebut kekurangannya pada badannya, pakaiannya, akhlaknya, perbutannya, perkataannya agamanya, dunianya, anaknya, tempat tinggalnya atau selainnya.</p>
<p><strong>Saudaraku, </strong>sangat ironis,<strong> </strong>karena<strong> </strong>kebanyakan orang, apabila diingatkan kepada salah seorang dari  mereka : <em>“Bertakwalah kepada Alloh sungguh kamu telah berbuat ghibah terhadap Saudaramu !” </em>niscaya dia akan menjawab<em> “Saya tidak mengatakan kecuali apa</em> <em>yang ada padanya”</em> Dia tidak menyadari bahwa apa yang ia lakukan itu sesungguhnya adalah Ghibah. Apalagi di era tekhnologi seperti sekarang ini ternyata sarana komunikasi sering berubah fungsi menjadi alat Ghibah, seperti telepon selular, telepon gengam (SMS),  dan bahkan hampir disemua televisi ditanah air ini, menyajikan acara Ghibah yang  dikemas dengan rapih dan menjadi tontotan yang menarik. <strong>Waspadalah</strong> Saudaraku, Ghibah adalah perkara haram yang mengandung dosa besar. Rasululloh Saw bersabda:</p>
<p><em>Dari Abu Huaoirahu RA. : Sesungguhnya Rasululloh saw bertanya : Tahukah kalian, apa itu ghibah ? Para sahabat menjawab : ”Alloh dan Rasul-Nya  yang lebih tahu. “Beliau bersabda : “Kamu berbicara tentang saudaramu dengan pembicaraan yang tidak disukainya.”Ada yang bertanya : “bagaimana apabila yang aku katakan tentang dia itu benar  ? “ Beliau menjawab <strong>Jika yang engkau katakan benar</strong>, maka <strong>kamu telah</strong></em><strong><em> </em></strong><strong><em>berbuat ghibah</em></strong><em>, tetapi <strong>jika tidak benar,</strong> sungguh <strong>kamu telah membuat kebohongan (fitnah)</strong> tentangnya” </em>( HR.  Muslim )<span id="more-128"></span></p>
<p><strong>Saudaraku</strong>, <em>“Sesungguhnya menyebut saudaramu dengan hal-hal yang</em> <em>tidak dia senangi”</em> adalah <strong>perbuatan Ghibah</strong>, meskipun yang engkau katakan itu benar ada pada dirinya. Jangan tertipu oleh syaithon dan terbiasa dengan syubhat yang batil.</p>
<p><strong>Hukum Ghibah,</strong><strong> </strong>Para ulama sepakat memasukan <strong>ghibah dalam perbuatan dosa besar</strong> dan <strong>akan berakibat buruk terhadap pelakunya, </strong>jika dia tidak bertaubat darinya.<strong> </strong>Pemilik <em>Jawami’u’l-kalim</em> Rasululloh Saw menjadikan ghibah sederajat dengan mengambil harta dan membunuh jiwa. Sabagaimana sabdanya  :</p>
<p>“Setiap muslim dengan muslim yang lain haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya”                                                                      ( HR. Muslim )</p>
<p><strong>Saudaraku,</strong> <em>mengambil harta orang lain dan membunuh keduanya</em> <em>adalah dosa besar</em> menurut ijma’, Demikian juga <strong><em>menodai kehormatan saudaranya</em></strong> <strong><em>(Ghibah)</em>.</strong> Inilah hukumnya janganlah kita sampai terjerumus kedalam dosa besar.</p>
<p><strong>Waspadalah Terhadap Ghibah,</strong><strong> </strong><strong>Saudaraku,</strong> <em>ghibah adalah <strong>penyakit yang berbahaya</strong>, yang akan menggelincirkan pelakunya kepada kebinasaan.</em> Salman Al-Farisi telah menulis kepada Abu Darda’ ; Amma Ba’ad, “saya wasiatkan kepadamu untuk selalu menyebut Alloh, sebab dia adalah obat, saya melarang kamu untuk menyebut manusia, sebab dia adalah penyakit” . Rasululloh Saw mengingatkan kepada kita tentang bahaya Ghibah, sebagaimana sabdanya :</p>
<p><em> “Bentuk riba yang paling tinggi adalah menyebarkan aib kehormatan seorang muslim tanpa hak (Ghibah)” </em> <em>(HR. Abu Dawud dan Ahmad)</em></p>
<p>Wahai kalian yang duduk-duduk dan menceriterakan aib orang lain, ketahuilah sesunguhnya Alloh SWT telah mengingatkan kepada kalian dengan keras. Dan Alloh telah membuat permisalan agar supaya kalian meninggalkan Ghibah. Alloh berfirman</p>
<p align="center">ﻭﻻ يغتب  بعضكم  ﺑﻌﺿﺎ  ﺃ يحب  ﺃ ﺣﺪﻛﻢ  ﺃ ﻥ يأﻛﻞ لحم  أخيه ميتًا فكرهتموه  ﻭ اتقوا ﺍﷲ   ﺇﻥ ﺍﷲ تواب رحيم</p>
<p><em>“ … dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging sudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Hujurat : 12)</em></p>
<p>Ibnu ‘Abbas berkata, “ Sesungguhnya Alloh membuat perumpamaan ini  khusus untuk ghibah, sebab memakan daging orang yang sudah mati adalah haram dan menjijikan, demikian pula dengan ghibah, adalah perbuatan haram hukumnya dalam agama, dan najis dalam jiwa.</p>
<p><strong>Saudaraku,</strong> orang yang menceriterakan aib orang lain, berarti telah rela dengan akhlak jelek dalam dirinya. Yaitu bagaikan memakan daging bangkai   saudaranya sendiri. Sungguh betapa menjijikannya orang seperti ini. <em>Berhati-hatilah jangan sampai kita terjerumus kedalamnya.</em></p>
<p><strong>Bencana Ghibah,</strong><strong> </strong><strong>Saudaraku,</strong> ketahuilah bahwa <strong><em>ghibah bisa menimbulkan bencana yang sangat besar  bagi pelakunya baik didunia maupun diakhirat</em></strong>.</p>
<p>1. Ghibah  adalah  perilaku akhlak yang tercela. Sungguh dia tidak akan membuahkan kebaikan, kecuali penderitaan bagi pelakunya. Umar bin Khathab berkata “Janganlah engkau sibukan dirimu dengan banyak menyebut manusia, sebab dia adalah bencana. Hendaknya kamu membiasakan diri mengingat Alloh, sebab ia adalah rahmat”.</p>
<p>2. Ghibah akan merusak din (Agama), sesungguhnya ghibah bertentangan dengan akhlak mulia dan menyeret pelakunya agar jauh dari din dan sifat waro’. Hasan basri berkata : “Demi Alloh ghibah itu lebih cepat merusak din daripada penyakit menggerogoti tubuh,”</p>
<p>3.  Ghibah menghilangkan keimanan, Rasululloh Saw bersabda :</p>
<p><em>“Wahai orang yang beriman hanya dengan lisannya, tetapi keimanan itu tdk masuk kedalam hatinya, janganlah kalian menceritakan aib orang-orang muslim, janganlah engkau mencari-cari cela mereka, barang siapa yang mencari-cari cela mereka, sungguh Alloh akan membuka celanya, barang</em> <em>siapa yang dibuka celanya oleh Alloh, maka Alloh akan mempermalukannya didalam rumahnya” (Hr. Abu Dawud)</em></p>
<p>4.  Ghibah salah satu sebab datangnya adzab kubur.</p>
<p>Qotadah berkata : “Kami telah diberitahu, bahwa adzab kubur disebabkan oleh tigal hal, sepertiganya dari ghibah, sepertiga dari kencing (tidak istinja), dan sepertiga dari adu domba (namimah).</p>
<p>5. Ghibah adalah penyebab datangnya adzab pada hari kiamat.. Inilah balasan terbesar dan mengerikan bagi orang yang suka menceriterakan aib orang lain.</p>
<p>Nabi telah memperingatkan hal ini yang bisa membuat dada kita tergetar, dan kulit kita merinding  karena takut.</p>
<p><em>“Tatkala melakukan mi’roj, aku (Rasululloh) melewati sekelompok  kaum yang berkuku panjang dari tembaga, mereka menggaruk-garuk wajah dan dada mereka sendiri hingga mengelupas kulit dan dagingnya. Aku bertanya “ Siapakah mereka wahai Jibrilb ? Jibril menjawab : mereka adalah orang yang memakan daging bangkai manusia, dengan menghancurkan kehormatan saudaranya” (Ghibah) (Hr. Ahmad dan Abu Dawud).</em></p>
<p>6.  Ghibah, salah satu sebab hilangnya kebaikan pada hari kiamat. Pada hari yang sangat dsyat dan menakutkan, padanya dibutuhkan kebaikan. Sadarilah jika kalian termasuk orang-orang yang berbuat ghibah, maka akan akan datang pada kalian orang-orang yang kalian gunjingkan, kemudian setiap dari mereka mengambil kebaikanmu. Dan tatkala kebaikanmu habis, maka ditimpakanlah dosa-dosa orang yang kamu gunjingkan kepadamu. Bagaimana keadaanmu pada waktu itu ?</p>
<p><strong>Saudaraku</strong>, itulah bahaya ghibah, berhati-hatilah jangan kita tertipu dengan panjangnya umur, dan diakhirkannya perhitungan.  Karena pada suatu hari, orang yang suka berbuat ghibah akan mengetahui sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata. Namun penyesalan yang datang terlambat  sudah tidak bermanfaat.  Yahya bin Mu’adz berkata : “Jadikan bagian seorang mukmin pada diri kalian <strong>tiga perkara</strong>, supaya kalian menjadi orang-orang yang baik. <strong><em>Pertama,</em></strong><em> </em>Jika kalian tidak mampu memberi manfaat kepadanya, jangan sekali-kali memberikan madhorot (bahaya) terhadapnya. <strong><em>Kedua,</em></strong><em> </em>Jika kalian tidak mampu menjadikan dia senang, sekali-kali jangan engkau jadikan dia bersedih. <strong><em>Ketiga,</em></strong> jika kalian tidak mau memujinya, jangan sekali-kalian kalian mencelanya.</p>
<p><strong>Saudaraku,</strong> berhati-hatilah jangan sampai terjerumus dalam  forum <strong>ghibah!</strong></p>
<p>Wallohu Ta’ala Al Muwaffiq.</p>
<p><em>(H.Supriyanto,SE</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manfaat.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manfaat.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manfaat.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manfaat.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manfaat.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manfaat.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manfaat.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manfaat.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manfaat.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manfaat.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manfaat.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manfaat.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manfaat.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manfaat.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=128&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manfaat.wordpress.com/2009/10/13/ghibah-si-pembawa-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59dd585d01eb3eafbef3ec01f241b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">manfaat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JANGAN SEMBAH AL-QUR’AN</title>
		<link>http://manfaat.wordpress.com/2009/10/06/jangan-sembah-al-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://manfaat.wordpress.com/2009/10/06/jangan-sembah-al-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 23:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manfaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[bimbingan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manfaat.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Seluruh ’ulama Ahlus Sunnah wal-Jama’ah sepakat bahwa Al-Qur’an adalah firman Alloh dan bukan makhluk. Bahkan mereka semua sepakat bahwa siapa saja yang mengatakan Al-Qur’an itu makhluk maka dia kafir. Berkata Al-Imam Abu-Hasan Al-Asy’ari rohimahulloh : “Dan orang yang mengatakan : “Al-Qur’an bukan makhluk,” dan orang yang mengatakan : “Barangsiapa yang memakhluqkannya adalah kafir,” dari kalangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=124&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seluruh ’ulama Ahlus Sunnah wal-Jama’ah sepakat bahwa Al-Qur’an adalah firman Alloh dan bukan makhluk. Bahkan mereka semua sepakat bahwa siapa saja yang mengatakan Al-Qur’an itu makhluk maka dia kafir. Berkata Al-Imam Abu-Hasan Al-Asy’ari rohimahulloh : “Dan orang yang mengatakan : “Al-Qur’an bukan makhluk,” dan orang yang mengatakan : “Barangsiapa yang memakhluqkannya adalah kafir,” dari kalangan para ‘ulama dan pembawa atsar dan hadits tidak terhitung ba-nyaknya, di antara mereka : Al-Hamdan, Ats-Tsauri, Abdul-‘Aziz bin ‘Abi Salamah, Malik bin Anas, Asy-Syafi’i dan para pengikutnya, Abu Hanifah, Ahmad bin Hanbal, Al-Laits bin Sa’d, Sufyan bin ‘Uyainah, Hi-syam, ‘Isa bin Yunus, Hafsh bin Ghiyats, Sa’id bin ‘Amir, Abdur-Roh-man bin Mahdi, Abu Bakar bin ‘Iyasy, Waki’, Abu ‘Ashim An-Nabil, Ya’la bin ‘Ubaid, Muhammad bin Yusuf, Bisyr bin Al-Mufadhdhol, ‘Ab-dulloh bin Dawud, Salam bin Abi Muthi’, Ibnul-Mubarok, ‘Ali bin ‘As-him, Ahmad bin Yunus, Abu Nu’aim, Qobishoh bin ‘Uqbah, Sulaiman bin Dawud, Abu ‘Ubaid Al-Qoshim bin Salam, Yazid bin Harun dan lain lainnya. Seandainya kami sebutkan satu-persatu orang yang mengatakan-nya maka akan sangat panjang pembicaraan menyebutkan mereka, dan pada apa yang telah kami sebutkan maka itu sudah mencukupi, walham-dulillah Robbil ‘Aalamiin.”   Al-Qur’an adalah firman Alloh ta’ala, dan firman Alloh adalah si fat Alloh. <span id="more-124"></span>Sifat bukan sesuatu di luar dari dzatnya dan bukan pula jati diri dari dzatnya, karena sifat adalah sesuatu yang merupakan keharusan dari sesuatu itu yang tidak mungkin dipisahkan dari dzatnya meskipun ia bu- kan diri dari dzatnya. Seperti sifat bisu atau tuli adalah sesuatu yang mele kat pada diri orang yang bersangkutan, namun ia bukan dzat orang terse- but dan bukan pula sesuatu di luar dzatnya. Demikian pula sifat Alloh, ia bukan diri dari Dzat Alloh dan bukan pula sesuatu di luar dzat Alloh. Sehingga sifat Alloh bukan makhluk meskipun juga bukan dzat Alloh. Dan firman Alloh itu adalah Al-Qur’an yang kit abaca, yang kita tulis, yang kita hafalkan yang berupa huruf-huruf yang berbahasa ‘arab, sebagaimana firman Alloh ta’ala : وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللّهِ  “Bila ada seorang dari kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu maka lindungilah ia hingga ia mendengar firman Alloh.”              ( Qs. At-Taubah : 6 ) Firman Alloh yang dimaksud ayat di atas adalah bacaan Al-Qur’an Nabi shollallohu &#8216;alaihi wa sallam dan para shahabatnya. Maka firman Alloh yang dibaca dan ditulis, itulah sifat Alloh dan bukan makhluk. Walaupun demikian, suara kita, pena,  tinta dan kertas kita adalah makhluk, sebagai-mana firman Alloh ta’ala : إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ “Sesungguhnya ( Al-Qur’an ) itu adalah ucapan utusan yang mulia ( yaitu Malaikat Jibril.”				           ( Qs. At-Takwir : 19 ) namun lafazh Al-Qur’annya yang dibaca tetap firman Alloh ta’ala dan bukan makhluk, karena setiap ucapan mesti disandarkan kepada siapa yang pertama kali mengatakannya. 	Demikianlah ‘aqidah seluruh imam Ahlus Sunnah wal-Jama’ah, ti dak ada perselisihan dalam hal ini. Adapun munculnya penyimpangan da lam masalah ini berawal dari Ja’d bin Dirham yang  mencetuskan ide ka-fir “Al-Qur’an makhluk” yang kemudian dipopulerkan oleh Al-Jahm bin Sofwan, sehingga dikenal sebagai pemahaman Jahmiyyah. Pemahaman ini diadobsi oleh aliran Mu’tazilah dan beberapa kalangan kaum rasiona-lis pemuja akal lainnya, seperti Jama’ah Isa Bugis ( Isbug ) dan lain-lain-nya. Bahkan sebagian kelompok ini dengan beraninya menginjak-injak mushhaf Al-Qur’an dengan alasan mereka menginjak-injak kertas !!!  	Di sisi lain, muncul kebalikan dari pemahaman Jahmiyyah, yaitu pemahaman yang meyakini bahwa Al-Qur’an itu tuhan atau memiliki si-fat ketuhanan. Bahkan mereka pun mengkeramatkan tulisan-tulisan Al-Qur’an dan meyakininya berhak untuk dipuja. 	Bentuk yang banyak kita jumpai di tengah masyarakat kita dari amalan pemujaan terhadap Al-Qur’an adalah pemasangan ayat-ayat Al-Qur’an di dinding-dinding rumah dengan keyakinan mampu menolak ma suknya jin setan ke dalam rumah. Padahal amalan ini tidak pernah dicon-tohkan oleh Nabi shollallohu &#8216;alaihi wa sallam dan para shahabatnya. 	Bentuk lainnya yaitu keyakinan bahwa untuk mendapatkan anak yang gagah seseorang mesti membaca surat Yusuf, dan untuk mendapat anak yang cantik seseorang perlu membaca surat Maryam. Seakan surat yang mereka baca mampu mengabulkan permohonan mereka. 	Bahkan ada sebagian kesesatan lainnya yang mengatakan bahwa untuk bisa bertemu jin atau raja jin maka bias dilakukan dengan memba-ca surat Al-Jin di tengah malam dalam keadaan gelap. Ada pula keyaki-nan sebagian orang bodoh yang meyakini bahwa surat Yusuf bisa diper-gunakan untuk menggaet wanita. 	Ada sebagian kyai sesat yang mengajarkan membaca ayat-ayat ter tentu dengan cara-cara tertentu untuk mendapatkan beberapa tujuan yang dikehendaki, seperti untuk mencelakai orang, supaya kebal dan lain-lain. 	Di antara bentuk-bentuk pemujaan terhadap Al-Qur’an yaitu me-yakini keampunan kitab Qur’an Istambul yang berukuran supermini seba gai jimat, tolak bala dan sebagainya. 	Yang demikian itu adalah kesesatan yang nyata meskipun dike-mas dengan gaya yang sangat Islami. Bagi kalangan awam yang buta de-ngan pengetahuan agama dan ‘aqidah Islam, maka segala macam bualan dan omong-kosong ini akan ditelan mentah-mentah. Padahal Al-Qur’an meskipun bukan makhluk, namun ia bukan dzat Alloh. Yang pantas dan layak kita mintai hanyalah Alloh ‘azza wa jalla. 	Ketika seseorang meruqyah, yaitu mengobati suatu penyakit atau gangguan jin dengan bacaan Al-Qur’an, ia pun tetap memohon kepada Alloh, karena bacaan Al-Qur’an yang dia baca tidak mampu memberikan dampak apa pun kecuali dengan izin Alloh. Sehingga termasuk kesalahan yang sangat fatal yaitu melakukan ruqyah dengan kaset, karena meyakini bahwa suara bacaan Al-Qur’an di dalam kaset mampu mengusir jin dan sebagainya berarti meyakini bahwa pita kaset dan suara yang dikeluarkan nya mampu melakukan sesuatu tanpa perkenan dari Alloh. Bukankah ka-set tidak mungkin meminta kepada Alloh karena ia benda mati ??? 	 			                             [ ’Abdulloh A. Darwanto ]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manfaat.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manfaat.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manfaat.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manfaat.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manfaat.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manfaat.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manfaat.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manfaat.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manfaat.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manfaat.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manfaat.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manfaat.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manfaat.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manfaat.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=124&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manfaat.wordpress.com/2009/10/06/jangan-sembah-al-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59dd585d01eb3eafbef3ec01f241b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">manfaat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEKULERISME    FAHAM MENGABAIKAN TUHAN</title>
		<link>http://manfaat.wordpress.com/2009/09/30/sekulerisme-faham-mengabaikan-tuhan/</link>
		<comments>http://manfaat.wordpress.com/2009/09/30/sekulerisme-faham-mengabaikan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 03:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manfaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[bimbingan islam]]></category>
		<category><![CDATA[al ghozali]]></category>
		<category><![CDATA[George Holoyake]]></category>
		<category><![CDATA[sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[theocrashi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manfaat.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Di antara racun pemikiran yang dihembuskan oleh musuh-musuh Islam adalah sekulerisme, yakni memisahkan agama dari kehidupan du-nia. Faham ini pertama muncul pada abad pertengahan ketika daratan Ero pa dipenuhi dengan dominasi gereja. Maka para reformer mengadakan ge rakan pencerahan ( renaisance ) yang di antara hasilnya adalah muncul-nya ide sekulerisme. Theocrasi atau faham ketuhanan dianggap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=121&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di antara racun pemikiran yang dihembuskan oleh musuh-musuh Islam adalah sekulerisme, yakni memisahkan agama dari kehidupan du-nia. Faham ini pertama muncul pada abad pertengahan ketika daratan Ero pa dipenuhi dengan dominasi gereja. Maka para reformer mengadakan ge rakan pencerahan ( renaisance ) yang di antara hasilnya adalah muncul-nya ide sekulerisme. Theocrasi atau faham ketuhanan dianggap sebagai penyebab kemunduran peradaban manusia di daratan Eropa.</p>
<p>Orang pertama yang mempopulerkan sekulerisme adalah George Holoyake ( 1846 ) seorang penulis Inggris. Holoyake menggunakan isti- lah sekularisme untuk menjelaskan pandangannya yang mendukung tata-nan sosial terpisah dari agama, tanpa merendahkan atau mengkritik se-buah kepercayaan beragama, demikian menurut anggapan Holoyake. Pa-dahal sikap dan faham menata kehidupan terlepas dari aturan agama sa-ma artinya dengan mengabaikan kesempurnaan Tuhan sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta. Alias menganggap Tuhan tidak memiliki ke-mampuan menetapkan aturan kehidupan yang terbaik bagi umat manusia. Memang masyarakat Eropa pada zamannya merasa gerah dengan campur tangan berlebihan dari pihak Gereja yang demikian kakunya, bahkan da-lam semua lini kehidupan bernegara dan bermasyarakat.<span id="more-121"></span></p>
<p>Sekulerisme berbeda dengan Atheisme. Karena kaum sekuler ma-sih mempercayai adanya Tuhan, sedang kaum atheis sudah menjadi ke-lompok anti Tuhan. Bahkan seorang yang paling fanatik terhadap faham sekulerisme, masih memakai ritual agamanya setidaknya dalam upacara pernikahan dan kematiannya. Ini berbeda dengan kaum atheis yang selalu menghujat Tuhan dan memusuhi seluruh agama.</p>
<p>Dalam agama Islam, sekulerisme tidaklah dibutuhkan, karena Is- lam sebagai agama yang sempurna dan aturannya paling lengkap tetap memberikan ruang gerak yang nyaman untuk kreatifitas akal dalam masa lah-masalah keduniawian, sebagaima sabda Rosululloh r kepada para Shahabat y ketika menyerbukkan bunga-bunga pohon kurma :</p>
<p>أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأُمُوْرِ دُنْيَاكُمْ</p>
<p>&#8220;Kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian.&#8221;          ( HR. Muslim )</p>
<p>Sehingga dalam masalah duniawi agama Islam hanya memberikan rambu rambu yang tidak boleh diterjang oleh manusia. Sehingga terlahir kaidah:</p>
<p>الأَصْلُ فِي الشَّيْءِ مُبَاحٌ</p>
<p>&#8220;Hukum asal atas segala sesuatu ( dari perkara duniawi ) adalah boleh.&#8221;</p>
<p>Yakni selama tidak ada larangan, maka diizinkan bagi kaum muslimin un tuk menggunakan kreatifitasnya dalam perkara-perkara di luar ritual aga-ma. Adapun dalam masalah ritual keagamaan, maka yang berlaku adalah:</p>
<p>الأَصْلُ فِي الْعِبَادَةِ مَمْنُوْعٌ</p>
<p>&#8220;Hukum asal dalam masalah ibadah adalah terlarang.&#8221;</p>
<p>Yakni tidak diperbolehkan melakukan ibadah apa pun tanpa ada perintah dari Alloh dan Rosul-Nya, sebagaimana sabda Rosululloh r :</p>
<p>مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan apa pun yang tidak ada padanya perintah Kami, maka dia tertolak.&#8221;           ( HR. Muslim )</p>
<p>Mengetahui kedua kaidah ini adalah perkara penting agar kita tidak terja-tuh ke dalam faham sekulerisme atau pun ekstremisme dalam beragama.</p>
<p>Di kalangan umat Islam, kemunculan ide-ide sekulerisme berawal dari sikap Ibnu Rusyd yang mencoba membela pemahaman kufur Ibnu Si na dari serangan Imam Al-Ghozali yang memvonisnya kafir. Lalu Ibnu Rusyd berupaya memisahkan filsafat dari agama sebagaimana yang dila-kukan oleh Ibnu Sina dan Al-Farobi. Hal ini karena filsafat Ibnu Sina me-ngekor kepada gaya filsafat Socrates dan Plato yang anti agama dan filsa-fat Aristoteles yang paganisme ( berhalaisme ).</p>
<p>Di akhir Perang Dunia I, Mustafa Kamal berusaha menerapkan fa ham sekulerisme total di Turki. Bukan hanya dalam masalah duniawi yang menerjang rambu-rambu agama, tetapi dalam masalah sosial politik pun demikian. Dia merubah Kesultanan Turki Utsmani menjadi Republik Turki. Dan Turki adalah negara muslim pertama yang memakai sistem po litik yang sekuler, yaitu demokrasi. Puncaknya adalah upaya Mustafa Ka-mal yang berupaya mengganti adzan dan bacaan sholat dengan bahasa Turki. Meski upaya tersebut tidak berlanjut, tetapi sekulerisme tersistema tis tetap dilakukan di Republik Turki sampai sekarang ini. Terbukti de-ngan dikeluarkan atutan yang melarang berjilbab di lingkungan instansi Pemerintah dan sekolah formal.</p>
<p>Ide sekulerisme terus digelontorkan oleh musuh-musuh Islam di berbagai negara muslim. Di mulai dengan merubah sistem politiknya de-ngan demokrasi, sampai penyebaran faham liberalisme melalui berbagai instansi resmi. Sebagaimana di Indonesia, bagaimana upaya sekulerisme dilakukan di tataran politik dengan mengadopsi sistem demokrasi ala Yu nani, hingga menebarkan faham Islam Liberal di IAIN, STAIN dan lem-baga-lembaga lainnya.</p>
<p>Sekulerisme pun tidak hanya dilakukan oleh lembaga resmi Nega ra, bahkan di tataran para agamawan pun mulai diluncurkan wacana seku lerisme. Berawal dari semangat merebut kursi, dibentuklah partai-partai sekuler yang berbasiskan ormas Islam, seperti PAN dan PKB. Masih da-lam kerangka semangat meningkatkan jumlah kursi di Perleman ala Yahu di, baru-baru ini PKS pun memproklamirkan sekulerisme partainya de-ngan menyebut dirinya sebagai partai terbuka. Demikian sistematis upaya sekulerisme di berbagai bidang.</p>
<p>Masih banyak pembahasan yang terkait dengan upaya sekuleris-me kaum muslimin di berbagai bidang ini. Namun bagi setiap mu&#8217;min se-jati selalu berkeyakinan bahwa aturan Alloh adalah yang terbaik.</p>
<p>[ ’Abdulloh A. Darwanto ]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manfaat.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manfaat.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manfaat.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manfaat.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manfaat.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manfaat.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manfaat.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manfaat.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manfaat.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manfaat.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manfaat.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manfaat.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manfaat.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manfaat.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=121&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manfaat.wordpress.com/2009/09/30/sekulerisme-faham-mengabaikan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59dd585d01eb3eafbef3ec01f241b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">manfaat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERTOBATAN TUKANG SIHIR FIR&#8217;AUN</title>
		<link>http://manfaat.wordpress.com/2009/04/01/pertobatan-tukang-sihir-firaun/</link>
		<comments>http://manfaat.wordpress.com/2009/04/01/pertobatan-tukang-sihir-firaun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 04:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manfaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manfaat.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[PERTOBATAN TUKANG SIHIR FIR'AUN<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=118&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah pertandingan antara para tukang sihir Fir&#8217;aun dengan Nabi Musa terjadi, akhirnya para tukang sihir Fir&#8217;aun pun mengaku ka-lah dan mengakui bahwa Musa dan Harun bukan penyihir tetapi Nabi Alloh yang datang dengan membawa mu&#8217;jizat.<br />
فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَى<br />
&#8220;Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata : &#8220;Ka- mi telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa.&#8221;               ( Qs. Thoha : 70 )<br />
Setelah melihat kebenaran yang nyata, maka segera saja para tukang sihir itu sa dar dan menyatakan beriman seraya sujud kepada Alloh  .<br />
قَالَ آمَنتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ فِي جُذُوعِ النَّخْلِ وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَا أَشَدُّ عَذَابًا وَأَبْقَى<br />
&#8220;Berkata Fir&#8217;aun : &#8220;Apakah kalian telah beriman kepadanya ( Musa ) se-belum aku memberi izin kepada kamu sekalian ?! Sesungguhnya ia ada- lah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka se-sungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian de-ngan bersilang secara bertimbal-balik, dan sesungguhnya aku akan me-nyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya ka lian akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih ke-kal siksanya !&#8221;				                              ( Qs. Thoha : 71 )<span id="more-118"></span><br />
Begitu Fir&#8217;aun mengancam para tukang sihirnya yang beriman kepada Alloh. Bahkan Fir&#8217;aun menuduh Musa yang telah mengajari sihir kepa-da para penyihir itu sehingga suatu kewajaran bila Musa menang mela-wan mereka semua, atau terjadi konspirasi di balik itu. Demikian fitnah yang biasa dilontarkan oleh orang yang kehabisan argumentasi karena takut kehilangan muka di hadapan umum.<br />
قَالُوا لَن نُّؤْثِرَكَ عَلَى مَا جَاءنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالَّذِي فَطَرَنَا فَاقْضِ مَا أَنتَ قَاضٍ إِنَّمَا تَقْضِي هَذِهِ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا<br />
&#8220;Mereka berkata : &#8220;Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu da- ripada bukti-bukti yang nyata ( yakni mu&#8217;jizat ), yang telah datang kepa- da kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami, maka putus kanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja.&#8221;<br />
( Qs. Thoha : 72 )<br />
Para penyihir yang telah mengetahui kebenaran ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi Harun  lalu bersegera beriman berdasarkan il-munya. Karena kekuatan ilmu inilah keimanan mereka tidak tergoyah-kan oleh ancaman Fir&#8217;aun. Demikianlah keadaan bila iman telah mere-sap ke dalam hati.<br />
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَ رَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَ أَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ وَ أَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ<br />
&#8220;Tiga perkara yang barangsiapa yang ada padanya ketiga perkara terse-but niscaya dia akan mendapati manisnya iman, yaitu : bila Alloh dan Rosul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, dia mencintai sese- orang semata-mata karena Alloh, dan dia membenci kembali kepada ke-kafiran sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka.&#8221;<br />
( HR. Al-Bukhori dan Muslim )<br />
Dan begitulah fungsi dari mu&#8217;jizat, yaitu melemahkan argumentasi mu-suh-musuh Alloh sehingga bagi orang yang bersih hatinya dan jernih akalnya lebih memilih mengikuti kebenaran daripada dipaksa untuk melakukan kebatilan yang tentu saja bertentangan dengan hati nurani-nya. Semua itu bisa terjadi karena hidayah dan petunjuk dari Alloh  .<br />
إِنَّا آمَنَّا بِرَبِّنَا لِيَغْفِرَ لَنَا خَطَايَانَا وَمَا أَكْرَهْتَنَا عَلَيْهِ مِنَ السِّحْرِ وَاللَّهُ خَيْرٌ وَأَبْقَى<br />
&#8220;Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia meng ampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Alloh lebih baik ( pahala-Nya ) dan le- bih kekal ( azab-Nya ).&#8221; 			                   ( Qs. Thoha : 73 )<br />
Demikian semestinya, memohon ampun dilakukan setelah pernyataan beriman, sebagaimana firman Alloh  :<br />
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ اسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَ لِلْمُؤْمِنِينَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ<br />
&#8220;Ketahuilah dengan ilmu bahwasannya tidak ada satu sesembahan pun yang layak disembah selain Alloh, dan minta ampunlah atas dosamu, dan untuk kaum mu&#8217;minin dan mu&#8217;minat.&#8221;            ( Qs. Muhammad : 19 )<br />
Begitu juga dengan semua amalan yang lainnya, karena siapa pun yang belum beriman maka Alloh  tidak akan menerima amalannya sedikit pun, apa pun yang dia amalkan, sebagaimana firman Alloh  :<br />
وَمَنْ يَكْفُرْ بِالإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ<br />
&#8220;Dan barangsiapa yang mengingkari keimanan maka sesungguhnya ber guguran amalannya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang me-rugi.&#8221;							 ( Qs. Al-Maidah : 5 )<br />
Sehingga iman termasuk syarat diterimanya amalan seseorang.<br />
Kemudian tukang-tukang sihir tersebut berkata :<br />
إِنَّهُ مَن يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لاَ يَمُوتُ فِيهَا وَ لاَ يَحْيى<br />
&#8220;Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak ( pula ) hidup.&#8221;		                  ( Qs. Thoha : 74 )<br />
Yakni bila sampai mereka atau siapa pun datang menghadap Alloh da-lam keadaan membawa sekian banyak dosa, niscaya mereka akan men-dapatkan azab atau siksa yang lebih pedih daripada siksaan Fir&#8217;aun. Se-pedih-pedihnya siksaan Fir&#8217;aun masih tidak ada apa-apanya dibanding-kan dengan siksaan Alloh di dalam neraka Jahannam. Sampai digambar kan dengan &#8220;tidak mati dan tidak hidup&#8221;, yaitu tidak bisa dikatakan mati karena memang sudah tidak ada lagi kematian, sehingga setiap saat ter-dengar jeritan dan lolongan penghuni neraka yang menunjukkan mere-ka tidak pernah mati. Tetapi tidak pantas pula dikatakan hidup karena tubuhnya gosong dan hancur sehingga menurut akal tidak mungkin me reka dianggap hidup dalam kondisi seperti itu. Tetapi setiap gosong dan hancur tubuh mereka di dalam neraka, Alloh sempurnakan lagi tubuh-nya untuk kembali menerima azab yang kekal abadi.<br />
وَمَنْ يَأْتِهِ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصَّالِحَاتِ فَأُوْلَئِكَ لَهُمُ الدَّرَجَاتُ الْعُلَى جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاء مَن تَزَكَّى<br />
&#8220;Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, la- gi sungguh-sungguh telah beramal shalih, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi ( mulia ), ( yaitu ) syurga &#8216;Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih ( dari keka- firan dan kemaksiatan).&#8221;	                                    ( Qs. Thoha : 76 – 77 )<br />
Kebalikan dari para pendosa, maka setiap orang yang beriman akan mendapatkan pahala berupa syurga Alloh yang penuh dengan kenikma tan. Sehingga dibandingkan dengan siksaan yang diterima dari Fir&#8217;aun maka syurga Alloh lebih baik dan lebih utama, oleh karena itu Rosulul-loh  bersabda :<br />
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ<br />
&#8220;Dunia adalah penjaranya orang beriman dan syurganya orang kafir.&#8221;<br />
( HR. Ahmad, Muslim, Ath-Tirmidzi dan Ibnu Majah )<br />
Yang demikian karena bagaimana pun kesenangan yang mungkin dira- sakan oleh orang mu&#8217;min di dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kesenangan yang bakal dia terima di akhirat. Sebaliknya, pende-ritaan apa pun dari seorang kafir di dunia tidak lebih berat disbanding-kan dengan penderitaan yang bakal ia terima di akhirat kelak.</p>
<p>[ ‘Abdulloh A. Darwanto ]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manfaat.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manfaat.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manfaat.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manfaat.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manfaat.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manfaat.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manfaat.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manfaat.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manfaat.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manfaat.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manfaat.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manfaat.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manfaat.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manfaat.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=118&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manfaat.wordpress.com/2009/04/01/pertobatan-tukang-sihir-firaun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59dd585d01eb3eafbef3ec01f241b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">manfaat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAFWIDH</title>
		<link>http://manfaat.wordpress.com/2009/02/27/tafwidh/</link>
		<comments>http://manfaat.wordpress.com/2009/02/27/tafwidh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 04:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manfaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[bimbingan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manfaat.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian juhala&#8217; dari kalangan ahli kalam memandang tafwidh sebagai cara yang paling aman dalam mengimani asma&#8217; dan shifat Alloh. Padahal cara ini adalah cara yang paling banci sebagaimana diungkapkan oleh sebagian &#8216;ulama Ahlus Sunnah Wal-Jama&#8217;ah. Ada pun pernyataan Imam Al-Baihaqi dalam Al-I&#8217;tiqod dan Imam As-Suyuthi dalam Al-Itqon yang menganggap tafwidh adalah metodenya para Salaf, adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=116&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Sebagian <em>juhala&#8217;</em> dari kalangan <em>ahli kalam</em> memandang <em>tafwidh</em> sebagai cara yang <em>paling aman</em> dalam mengimani <em>asma&#8217;</em> dan <em>shifat </em>Alloh. Padahal cara ini adalah cara yang <em>paling banci</em> sebagaimana diungkapkan oleh sebagian &#8216;ulama Ahlus Sunnah Wal-Jama&#8217;ah. Ada pun pernyataan Imam Al-Baihaqi dalam <em>Al-I&#8217;tiqod</em> dan Imam As-Suyuthi dalam <em>Al-Itqon</em> yang menganggap tafwidh adalah metodenya para Salaf, adalah sebuah kekeliruan besar dari mereka berdua. Kekeliruan serupa juga dilakukan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-&#8217;Asqolani yang menganggap bahwa taf-widh adalah madzhab mayoritas para Salaf. Sehingga menjadikan beliau bersikap tidak konsisten dalam mensyarah hadits-hadits shifat dalam ki-tab <em>Fathul-Bari</em>-nya. Semoga Alloh mengampuni mereka semua. Sedang- kan apa yang ditulis oleh Muhammad &#8216;Adil &#8216;Azizah dalam kitabnya <em>&#8216;Aqidah Al-Imam Al-Hafizh Ibni Katsir min Aimmah As-Salaf Ash-Sholih fi Ayat Ash-Shifat</em> yang menyebutkan bahwa tafwidh adalah metodenya Ibnu Katsir dan para Salaf dalam menafsirkan Al-Qur&#8217;an adalah sebuah kebohongan besar darinya, dan telah dibantah serta dibongkar kedustaan- nya oleh Syaikh Prof. Dr. &#8216;Abdur Rozzaq bin &#8216;Abdul Muhsin Al &#8216;Abbad Al-Badr dalam risalahnya <em>Tanbihat &#8216;ala Risalah Muhammad &#8216;Azizah fi Ash-Shifat</em>. Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah <em>rohimahulloh</em> dalam <em>Dar-ut-Ta&#8217;arudh</em> mengatakan : &#8220;Maka telah jelaslah bahwasanya perkataan Ahli Tafwidh yang menganggap bahwa mereka mengikuti Sunnah dan Salaf termasuk dari sejelek-jeleknya ucapan Ahli Bid&#8217;ah wal-Ilhad.&#8221;<span id="more-116"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Lalu, apa makna dari tafwidh ? Tafwidh adalah mashdar dari kata </span><span style="font-family:&quot;color:black;" dir="rtl" lang="AR-SA">فوّض</span><span> yang bermakna menyerahkan kepadanya dan menjadikannya sebagai hakimnya, sebagaimana tersebut dalam Al-Qur&#8217;an : </span><span style="font-family:&quot;color:black;" dir="rtl" lang="AR-SA">وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ</span><span lang="AR-SA"> </span><span><span> </span>&#8220;dan aku menyerahkan urusanku kepada Alloh&#8221; – Qs. Al-Mu&#8217;min : 44 -. Se-dangkan menurut istilah, tafwidh yaitu : menghukumi bahwa makna nash nash tentang sifat-sifat Alloh adalah <em>majhul </em>( yaitu tidak diketahui arti-nya ), tidak terjangkau oleh akal dan hanya Alloh yang tahu artinya. Pe-mahaman tafwidh ini sebenarnya sama dengan hanya beriman dengan la-fazh sifat-sifat Alloh </span><span style="font-family:&quot;">U</span><span> yang tersebut dalam Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah, tetapi tidak mau mengimani maknanya. Inilah <em>tafwidh makna</em> yang terce- la. Ada pun mengimani lafazh dan makna, namun menyerahkan hakekat bentuknya kepada Alloh </span><span style="font-family:&quot;">I</span><span> yang ini disebut <em>tafwid kaifiyyat</em> maka inilah madzhabnya para Salaf, karena Al-Qur&#8217;an turun dengan lafazh berikut maknanya, namun hakekat bentuk sifat Alloh </span><span style="font-family:&quot;">I</span><span> tidak ada yang mengeta-huinya selain Alloh </span><span style="font-family:&quot;">Y</span><span> sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span><em>Tafwidh makna</em> adalah pemahaman yang banyak dianut oleh para <em>mutakallimin</em> <a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> , terutama dari golongan Asy&#8217;ariyah <a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> . Kaum mufawwi-dhoh mengaku beriman dengan semua lafazh-lafazh tentang sifat-sifat Alloh yang tersebut di dalam Al-Qur&#8217;an, seperti lafazh <span dir="rtl" lang="AR-SA">يَدُ الله</span> , عَيْنٌ , <span dir="rtl" lang="AR-SA">وَجْهُ الله</span> dan lain-lainnya, tetapi mereka tidak mau mengimani bahwa makna <span dir="rtl" lang="AR-SA">يَدٌ</span> adalah tangan, makna <span dir="rtl" lang="AR-SA">عَيْنٌ</span> adalah mata, makna <span dir="rtl" lang="AR-SA">وَجْهٌ</span> adalah wajah, dan lain lainnya. Mereka beranggapan bahwa lafazh-lafazh tersebut tidak memili-ki makna yang dapat difahami oleh manusia, tetapi hanya Alloh semata yang mengetahuinya. Mereka bersikap demikian dengan dalih kehati-hati an dalam menetapkan sifat bagi Alloh agar tidak menyamakan dengan makhluk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Demikian argumentasi mereka yang dangkal, namun mengundang decak kekaguman dari orang-orang yang tertipu dengan sikap mereka, la-lu menganggap bahwa madzhab ahli tafwidh adalah lebih selamat !!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Sebenarnya yang dimaui oleh para mufawwidhoh adalah menolak sifat-sifat bagi Alloh </span><span style="font-family:&quot;">I</span><span> tetapi tidak dengan terang-terangan seperti kaum mu&#8217;aththilah <a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> dan tidak pula berani mengganti maknanya sebagaimana kaum muawwilah <a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> . Pada hakekatnya mereka adalah madzhab yang pa-ling banci !!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Sesungguhnya Alloh menurunkan Al-Qur&#8217;an bukan sekedar la-fazh-lafazh tanpa makna, tetapi lafazh berikut maknanya, sehingga diwa-jibkan bagi kita untuk mentadabburi yaitu memikirkan dan merenungkan maknanya, sebagaimana firman Alloh </span><span style="font-family:&quot;">Y</span><span> :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;color:black;" lang="AR-SA">كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوْا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الأَلْبَابِ</span><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&#8220;Sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu yang penuh berkah agar mereka memikirkan ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang memiliki ha ti menjadi ingat.&#8221;<span> </span><span> </span>( Qs. Shod : 29 )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dan Al-Qur&#8217;an diturunkan dalam bahasa &#8216;Arab yang terang, sehingga makna-maknanya akan dapat difahami dengan penguasaan bahasa &#8216;Arab yang bagus, sebagaimana firman Alloh </span><span style="font-family:&quot;">I</span><span> :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;color:black;" lang="AR-SA">إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآناً عَرَبِيّاً لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ</span><span style="font-size:14pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&#8220;Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur&#8217;an dengan bahasa &#8216;Arab agar kalian memikirkannya.&#8221;<span> </span><span> </span>( Qs. Yusuf : 2 )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Sehingga bila ada anggapan bahwa sebagian lafazh dalam Al-Qur&#8217;an ti-dak dapat atau tidak boleh difahami maknanya maka anggapan ini berten tangan dengan pernyataan Al-Qur&#8217;an :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;color:black;" lang="AR-SA">كِتَابٌ فُصِّلَتْ آَيَاتُهُ قُرْآَنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ</span><span style="font-size:14pt;color:black;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&#8220;Sebuah Kitab yang telah diterangkan ayat-ayatnya sebagai Al-Qur&#8217;an yang berbahasa &#8216;arab untuk orang-orang yang berilmu.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:216pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span><span> </span>( Qs. Fushshilat : 3 )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Bahkan Rosululloh </span><span style="font-family:&quot;">r</span><span> juga telah menjelaskan ayat-ayat sifat tersebut de-ngan terang dalam hadits-haditsnya. Apakah kata-kata Rosululloh </span><span style="font-family:&quot;">r</span><span> sepu tar sifat-sifat Alloh </span><span style="font-family:&quot;">U</span><span> juga tidak dapat difahami oleh kita ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Bila pendapat kaum mufawwidhoh benar, kenapa hanya lafazh-lafazh sifat Alloh </span><span style="font-family:&quot;">I</span><span> saja yang tidak dapat difahami sedangkan yang lain-nya bisa ? Padahal semuanya menggunakan bahasa arab yang terang ?!!! Apakah ada dalil yang menerangkan bahwa lafazh-lafazh sifat tidak me-miliki makna, sedangkan yang lainnya memiliki makna ?!!! Sehingga bi-la kita fahami secara teliti pendapat kaum mufawwidhoh ini, sama de-ngan beriman dengan sebagian makna Al-Qur&#8217;an dan mengingkari seba-gian makna Al-Qur&#8217;an yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"><span> </span><span> </span><span> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>[ ’Abdulloh A. Darwanto ]</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="IN"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span lang="IN"> </span><span>Mutakallim atau ahli kalam yaitu penganut ilmu kalam, yaitu ilmu tentang &#8216;aqidah yang disandarkan kepada kaidah-kaidah logika akal ( ilmu manthiq ).</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="IN"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span lang="IN"> </span><span>Golongan yang mengikuti pemahaman Abul-Hasan Al-Asy&#8217;ari setelah keluarnya be-liau dari golongan Mu&#8217;tazilah ( Rasionalis ) dan sebelum beliau rujuk kembali ke madz- hab Salaf di akhir hidupnya.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="IN"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span lang="IN"><span> </span></span><span>Ahli Ta&#8217;thil, yaitu golongan yang terang-terangan menolak sifat-sifat Alloh.</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="IN"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span lang="IN"> </span><span>Ahli Ta&#8217;wil, yaitu golongan yang memalingkan makna lafazh sifat Alloh ke makna yang lainnya yang bukan sebenarnya atau yang sangat jauh dari makna asalnya. Seperti mengartikan &#8220;tangan Alloh&#8221; dengan &#8220;kekuasaan Alloh&#8221;.</span></p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manfaat.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manfaat.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manfaat.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manfaat.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manfaat.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manfaat.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manfaat.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manfaat.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manfaat.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manfaat.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manfaat.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manfaat.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manfaat.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manfaat.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=116&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manfaat.wordpress.com/2009/02/27/tafwidh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59dd585d01eb3eafbef3ec01f241b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">manfaat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENCIPTAAN SYURGA DAN NERAKA</title>
		<link>http://manfaat.wordpress.com/2009/02/21/penciptaan-syurga-dan-neraka/</link>
		<comments>http://manfaat.wordpress.com/2009/02/21/penciptaan-syurga-dan-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 02:05:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manfaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[bimbingan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manfaat.wordpress.com/2009/02/21/penciptaan-syurga-dan-neraka/</guid>
		<description><![CDATA[Syurga atau الجنة dan neraka atau النار adalah termasuk makhluk yang awal diciptakan. Tentang kisah penciptaan syurga dan nera ka, Rosululloh shollallohu &#8216;alaihi wa sallam bersabda : لَمَّا خَلَقَ اللهُ الْجَنَّةَ وَ النَّارَ , أَرْسَلَ جِبْرِيْلَ إِلَى الْجَنَّةِ , فَقَالَ : اُنْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا “Ketika Alloh menciptakan syurga dan neraka, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=113&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syurga atau الجنة dan neraka atau النار adalah termasuk makhluk yang awal diciptakan. Tentang kisah penciptaan syurga dan nera ka, Rosululloh shollallohu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :<br />
لَمَّا خَلَقَ اللهُ الْجَنَّةَ وَ النَّارَ , أَرْسَلَ جِبْرِيْلَ إِلَى الْجَنَّةِ , فَقَالَ : اُنْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا<br />
“Ketika Alloh menciptakan syurga dan neraka, Dia mengutus Jibril untuk melihat ke syurga, Alloh berfirman : “Lihatlah ke syurga dan lihatlah apa saja yang Aku telah sediakan untuk para calon penghuninya !”<br />
قَالَ : فَجَاءَهَا فَنَظَرَ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعَدَّ اللهُ لأَهْلِهَا فِيْهَا<br />
“Maka Jibril pun mendatangi syurga, kemudian melihat ke syur- ga dan kepada apa yang Alloh telah sediakan untuk para calon penghuninya.”<br />
قال : فَرَجَعَ إِلَيْهِ , قَالَ : فَوَ عِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا<br />
“Kemudian Jibril kembali kepada Alloh dan berkata : “Demi ke-perkasaan-Mu, tidak ada seorang pun yang mendengar tentang syurga kecuali dia pasti ingin memasukinya.”<span id="more-113"></span><br />
فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ , فَقَالَ : اِرْجِعْ إِلَيْهَا فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا<br />
“Lalu Alloh memerintahkan agar syurga dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci, kemudian Alloh berfirman kepada Jibril : : ”Kem- balilah ke syurga dan lihatlah serta lihat pula apa yang Aku telah sediakan bagi para calon penghuninya !”<br />
قال : فَرَجَعَ إِلَيْهَا , فَإِذَا هِيَ قَدْ حُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ , فَرَجَعَ إِلَيْه فَقَالَ : فَوَ عِزَّتِكَ لَقَدْ خِفْتُ أَلاَّ يَدْخُلَهَا أَحَدٌ<br />
“Maka Jibril pun kembali ke syurga, ketika itu syurga telah dike lilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai. Kemudian dia kembali kepada Alloh dan berkata : “Demi keperkasaan Mu, sungguh aku takut kalau tidak akan ada seorang pun yang mau memasukinya.”<br />
قَالَ : اِذْهَبْ إِلَى النَّارِ فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا .<br />
Alloh berfirman : “Pergilah ke neraka, lihatlah ke neraka dan ke-pada apa yang Aku telah persiapkan untuk para calon penghuni-nya !”<br />
فَإِذَا هِيَ يَرْكَبُ بَعْضُهَا بَعْضًا , فَرَجَعَ إِلَيْهِ , فَقَالَ : فَوَ عِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ فَيَدْخُلُهَا<br />
“Maka dilihatnya neraka, sebagiannya menghantam sebagian yang lain. Lalu Jibril kembali dengan berita tersebut, dan berka- ta : ”Demi keperkasaan-Mu, tidaklah ada seorang pun yang men dengar tentang neraka kemudian ia berminat memasukinya.”<br />
فَأَمَرَ بهَا , فَحُفَّتْ بِالشَّهَوَاتِ , فَقَالَ : اِرْجِعْ إِلَيْهَا<br />
“Kemudian Alloh memerintahkan agar neraka dikelilingi oleh hal-hal yang diingini oleh hawa nafsu, kemudian Alloh berfir-man : “Kembalilah ke neraka !”<br />
فَرَجَعَ إِلَيْهَا , فَقَالَ : وَ عِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيْتُ أَلاَّ يَنْجُوَ مِنْهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا<br />
“Jibril pun kembali ke neraka, lalu Jibril berkata : “Demi keper-kasaan-Mu, aku khawatir tidak akan ada yang selamat dari neraka, kecuali ia pasti memasukinya.”<br />
    ( HHR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi )<br />
Hadits ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa syurga dan neraka sekarang telah tercipta, dan di syurga inilah Nabi Adam &#8216;alaihis-salaam dan Hawa &#8216;alaihas-salaam tinggal sebe-lum diturunkan ke bumi untuk menjadi Kholifah di muka bumi.<br />
	Suasana syurga dan kenikmatannya adalah perkara yang belum pernah dilihat oleh mata dan tidak dapat dibandingkan de ngan kenikmatan duniawi, dan merupakan suatu penawaran yang amat menggiurkan bagi siapa pun yang mendengarkannya. Tanah syurga adalah wewangian misik dan ja’faron, kerikilnya adalah batu dan permata, di bawah mereka mengalir empat ma-cam sungai, yaitu sungai madu yang murni, sungai susu yang nikmat, sungai arak yang tidak memabukkan dan sungai air se-gar yang murni. Juga terdapat banyak mata air yang penuh kenik matan. Pohon-pohonannya berbatang emas dan mampu menau-ngi perjalanan 100 tahun. Buah-buahannya sangat banyak na-mun ukuran dan rasanya sangat lezat. Kemah-kemahnya terbuat dari mutiara yang berongga. Semilir anginnya menambah wangi dan gagah para penghuninya. Disediakan pula bidadari-bidadari yang wangi dan cantik rupawan dan pelayan-pelayan yang laksa na mutiara Tidak ada lagi orang yang kencing,  berak dan melu-dah, para penghuninya melakukan buang air melalui keringatnya yang berbau wangi. Namun syurga yang demikian indahnya di-kelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai oleh hawa nafsu, seperti keharusan beriman dan beramal sholih, keharusan sholat lima ka li setiap hari, kewajiban puasa setiap bulan Romadhon, kewaji- ban berzakat, berda’wah, berhaji, berjihad, beramar ma’ruf dan nahi munkar, keharusan hanya makan, minum dan berpakaian yang halal, menjauhi zina, minuman keras, judi dan segala perka ra yang disenangi oleh hawa nafsu. Semua itu adalah perkara yang berat bagi makhluk yang memiliki hawa nafsu, seperti ma- nusia dan jin. Maka wajar saja bila kebanyakan orang enggan un tuk berusaha menjadi ahli syurga karena persyaratan masuk syur ga yang begitu berat.<br />
	Berbeda dengan neraka, walaupun begitu mengerikan kondisi neraka, namun ternyata lebih banyak orang yang justru berminat menjadi ahli neraka, karena neraka dikelilingi oleh hal-hal yang sesuai dengan selera hawa nafsu, seperti : seks bebas, mabuk-mabukan, judi, makan, minum dan berpakaian apa pun tanpa ada batasan halal dan haram dan lain sebagainya. Padahal kondisi neraka demikian mengerikan. Panas apinya 70 x melebi-hi panas api dunia, api yang memiliki leher, dua mata, dua teli-nga dan mulut. Makanannya adalah buah pohon zaqqum yang tumbuh dari dasar neraka Jahim, dan mayangnya bagaikan kepa-la-kepala syetan. Bila dimakan akan terasa seperti air yang men-didih di dalam perut. Minumannya adalah hamim, yaitu air yang sangat panas, dan ghossaq yaitu darah, nanah, keringat dan koto-ran penghuni neraka.<br />
Hikmah yang dapat kita petik dari kejadian ini di antaranya :<br />
1.	Pentingnya beriman dengan perkara yang ghaib, dan ter- masuk perkara yang ghaib yang wajib kita imani yaitu adanya syurga dengan segala kenikmatannya dan neraka dengan segala siksa dan deritanya.<br />
2.	Tercelanya sikap terburu-buru, dan termasuk sikap terbu- ru-buru yang tercela, yaitu tidak sabar dengan janji paha-la akhirat, dan lebih memilih kenikmatan duniawi yang fana.<br />
3.	Kebodohan yang banyak menjangkiti umat manusia yai- tu ingin masuk syurga tetapi tidak pernah berupaya men- jadi ahli syurga, dan mereka juga tidak mau masuk nera-ka tetapi kelakuan mereka sehari-hari adalah kelakukan ahli neraka.<br />
 [ ‘Abdulloh A. Darwanto ]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manfaat.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manfaat.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manfaat.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manfaat.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manfaat.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manfaat.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manfaat.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manfaat.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manfaat.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manfaat.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manfaat.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manfaat.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manfaat.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manfaat.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=113&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manfaat.wordpress.com/2009/02/21/penciptaan-syurga-dan-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59dd585d01eb3eafbef3ec01f241b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">manfaat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEDEKAH KOK DILARANG ?</title>
		<link>http://manfaat.wordpress.com/2009/02/14/sedekah-kok-dilarang/</link>
		<comments>http://manfaat.wordpress.com/2009/02/14/sedekah-kok-dilarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 04:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manfaat</dc:creator>
				<category><![CDATA[bimbingan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manfaat.wordpress.com/2009/02/14/sedekah-kok-dilarang/</guid>
		<description><![CDATA[Sedekah bagi kita ummat Islam merupakan kata yang tidak asing, bahkan kita senantiasa saling menganjurkan dan memerintahkan untuk mengamalkannya. Sedekah dalam bahasa arab di kenal dengan sodaqoh yang artinya memberi sedekah/derma ( dengan sesuatu ). Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : يَأَيُّهَاالَّذِيْنَ أَمَنُوْا لاتُبطِلُوْا صَدَقَاتِكُمْ بِاالْمَنِّ وَالأذَى كَاالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَالنَّاسِ &#8230;&#8230;&#8230; (سورة البقرة : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=111&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedekah bagi kita ummat Islam merupakan kata yang tidak asing, bahkan kita senantiasa saling menganjurkan dan memerintahkan untuk mengamalkannya. Sedekah dalam bahasa arab di kenal dengan sodaqoh yang artinya memberi  sedekah/derma ( dengan sesuatu ). Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :   يَأَيُّهَاالَّذِيْنَ أَمَنُوْا لاتُبطِلُوْا صَدَقَاتِكُمْ بِاالْمَنِّ وَالأذَى كَاالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَالنَّاسِ &#8230;&#8230;&#8230; (سورة البقرة : 264 )  Hai orang-orang yang beriman jangan kamu menghalangi ( pahala ) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti ( perasaan si penerima ) seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia…..  ( Surat Al Baqoroh : 264 )<span id="more-111"></span> Rosululloh j juga bersabda :  وَعَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ( اْليَدُ الْعُلْياَ خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى وَبْدَأْبِمَنْ تَعُوْلُ, وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ مَاكَانَ عَنْ ظَهْرِغِنًى, وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ, وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ) ( رواه البخري و مسلم )              	Dari Hakim bin Hizam semoga Alloh meridhoinya dari Rosululloh j beliau bersabda : “ Tangan diatas lebih baik dari tangan yang dibawah . Dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-baik sedekah itu ialah yang dari lebihnya kebutuhan sendiri. Dan barang siapa yang memelihara kehormatannya, maka Alloh akan memeliharanya. Dan barang siapa yang mencukupkan akan dirinya, maka Alloh akan mencukupinya.” (H.R. Bukhari dan Muslim )  Dari ayat dan hadits yang disebutkan diatas cukuplah bagi kita meyakini bahwa sedekah merupakan bagian dari syariat Islam yang sangat mulia, Alloh memerintahkannya serta Rosululloh juga menganjurkannya.  Sedekah kok dilarang ? setidaknya perkataan itulah yang pernah penulis dengar, demikianlah pernyataan sebagian masyarakat kita yang punya semangat tinggi ingin melaksanakan syiar Islam  yaitu  sedekah. Kenapa dilarang ? karena sedekah yang dimaksudkan adalah “ sedekah laut”, yaitu kegiatan yang berupa pembuatan nasi tumpeng yang dihiasi dangan aneka lauk dan kembang yang kemudian dihanyutkan di laut selatan disertai dengan persembahan kepala kerbau. Semua itu dipersembahkan kepada “ Ratu Laut Selatan” agar mereka mendapatkan berkah dengan banyaknya hasil tangkapan dan dijauhkan dari mara bahaya. Perhatikan wahai saudaraku beberapa penyimpangan aqidah dalam ritual ini, yang secara tidak sadar membawa mereka kejurang kesyirikan yang dapat membatalkan kesempurnaan tauhid:  yang pertama dengan keyakinan tersebut mereka meyakini bahwa ada dzat yang dapat memberikan rizqi selain Alloh, yang kedua dengan ritual ini berarti mereka meyakini ada dzat yang dapat memberikan manfa’at dan mudhorot selain Alloh, padahal semua itu adalah hak prerogatif Alloh. Dengan demikian pelaku ritual sedekah laut adalah lebih bodoh dari pada kaum musyrikin jaman jahiliyyah, karena kaum musrikin pada masa jahiliyyah ketika ditanyakan kepada mereka siapa yang telah memberikan rizqi kepada mereka, maka serta merta mereka akan berkata Alloh ! sebagaimana firman Alloh dalam surat      sehingga dengan disengaja atau tidak mereka telah terjerumus kedalam peribadahan kepada selain Alloh yaitu dengan memberikan hak memberi rizqi dan memberikan manfa’at serta mudhorot yang merupakan hak prerogatif Alloh kepada selain Alloh ( Ratu Pantai selatan ).   Mereka menganggap sedekah laut itu adalah bagian dari Islam, buktinya acara ini di ikuti oleh mayoritas ummat Islam dan yang berdo’apun para kyai, keyakinan ini begitu merasuk kedalam kehidupan masyarakat kita sehingga kegiatan ini menjadi ritual tahunan yang wajib dilaksanakan. Padahal didalamnya terdapat banyak sekali kesyirikan dan penyimpangan yang mengatas namakan Islam.  Ketahuilah bahwa Islam yang merupakan tuntunan Nabi Ibrahim adalah ibadah kepada Allah semata dengan memurnikan ibadah kepadaNya, itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh ummat manusia dan hanya untuk itu sebenarnya mereka diciptakan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala :  ]وَمَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَالإنْسَ إلا لِيَعْبُدُوْنِ[.  “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaku.” (QS.  Az-Zariyat : 56).   	Ibadah, dalam ayat ini, artinya : tauhid. Dan perintah Allah yang paling agung adalah tauhid, yaitu memurnikan ibadah untuk Allah semata-mata. Sedang larangan Allah yang paling besar adalah syirik, yaitu : menyembah selain Allah di samping menyembahNya. 	Allah Ta’ala berfirman :    ]وَاعْبدُوُا اللهَ وَلا تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا[  “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu denganNya.” (QS. An-nisa; : 36).  Alloh Subhanahu Wa Ta’ala juga menegaskan dalam firmannya:  ]إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ[(54) سورة الأعراف.  “Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang, senantiasa mengikutinya dengan cepat. Dan Dia (ciptakan pula) matahari dan bulan serta bintang-bintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. Ketahuilah hanya hak Allah mencipta dan memerintah itu. Maha suci Allah Tuhan semesta alam.” (surah Al-A’raf : 54). 	 Tuhan inilah yang haq untuk disembah. Dalilnya, firman Allah Ta’ala:   ]يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ  الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ فَلا تَجْعَلُوا ِللهِ أَنْدَادًا وَّأَنْتُمْ تَعْمِلُوْنَ [.  “Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (Robb) yang telah menjadikan untukmu bumi ini sebagai hamparan dan langit sebagai atap, serta menurunkan (hujan) dari langit, lalu dengan air itu Dia menghasilkan segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengangkat sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mngetahui.” (surah Al-Baqarah: 21-22).  Karena itu, barangsiapa yang menyelewengkan ibadah tersebut untuk selain Alloh, maka ia adalah musyrik dan kafir. Firman Allah Ta’ala :   ]وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ لا بُرْهَانَ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ  إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكاَفِرُوْنَ[.  “Dan barangsiapa menyembah sesembahan yang lain di samping (menyembah) Allah, padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya ada pada Tuhannya. Sungguh tiada beruntung orang-orang kafir itu.” (QS. Al-Mu’minun: 117).  Maka dari itu ketahuilah wahai saudaraku, bahwasannya sedekah laut itu bukan bagian dari Islam, ditinjau dari sudut pandang manapun sedekah laut tidak dapat dikaitkan dengan Islam sedikitpun.  Mungkin ada orang yang mengajak anda untuk melihat-lihat saja tetapi hati  tidak ikut membenarkannya, maka jika anda berpikir tidak ikut dalam ritual itu tetapi hanya melihat-lihat keramaiannya saja, itu semua sama saja sebab sukses tidaknya suatu acara dilihat dari penontonnya/pengunjungnya, perhatikanlah jika suatu acara tidak ada yang mau untuk menontonnya pasti panitianya tidak akan melaksanakannya pada waktu yang akan datang karena dianggap kurang prospektif, tapi jika dalam suatu acara dikunjungi oleh banyak orang maka panitia akan merasa sukses dan akan senantiasa menyelenggarakan kegiatan tersebut. Maka dari itu wahai saudaraku marilah kita cegah kemungkaran dengan diawali dari diri kita masing-masing, insya Alloh jika jika setiap individu ummat Islam tidak ada yang mau menyaksikan acara kesyirikan tersebut, maka cepat atau lambat acara tersebut akan hilang dari kebiasaan masyarakat kita.  Demikianlah wahai saudaraku apa yang dapat kami sampaikan. Dan sebagai kesimpulan dari penjelasan diatas, bahwasanya sedekah laut bukanlah bagian dari Islam sedikitpun. Maka tidak selayaknya kaum muslimin yang berakal sehat ikut memakmurkan dan menyemarakan ritual tersebut, yang akan menyeret pelakunya kepada sesuatu yang diharamkan oleh Alloh yaitu melestarikan kegiatan syirik.</p>
<p>Wallohu Muwaffiq</p>
<p>Abu Nabila</p>
<p>Maroji  :</p>
<p>Al Qur’an Al Karim</p>
<p>Kitab Usuluts tsalasah</p>
<p>Buletin Alfurqon Volume 9 No. 1</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manfaat.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manfaat.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manfaat.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manfaat.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manfaat.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manfaat.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manfaat.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manfaat.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manfaat.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manfaat.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manfaat.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manfaat.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manfaat.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manfaat.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manfaat.wordpress.com&amp;blog=3401414&amp;post=111&amp;subd=manfaat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manfaat.wordpress.com/2009/02/14/sedekah-kok-dilarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59dd585d01eb3eafbef3ec01f241b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">manfaat</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
