PENYIMPANGAN DALAM MENGIMANI

Tauhid Rububiyyah adalah salah satu dari tiga macam tauhid yang di kenal dan disepakati oleh Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, yaitu: Tauhid Rububi-yah, Tauhid Uluhiyyah dan Tauhid Al-Asma’ wash-Shifat.

Mengenai ma’na Tauhid Rububiyyah ini, berkata Syaikh ‘Abdul-‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baaz rohimahulloh : “Adapun Tauhid Rububiyyah yaitu beriman bahwa Alloh subhanahu adalah Pencipta segala sesuatu dan Pengatur di se-gala sesuatu, tiada sekutu bagi-Nya dalam hal itu.” [1]

Jenis Tauhid ini yaitu jenis tauhid yang diakui oleh semua makhluq, sebagai-mana dikatakan oleh Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan : “ Tauhid Rububi yah adalah tauhid yang tertanam di dalam fithroh, hampir-hampir tidak ada perselisihan di antara makhluq tentangnya, sampai pun Iblis yang merupa-kan pimpinan kekafiran. Iblis berkata : رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِيْ ( Tuhanku, karena Engkau telah memvonis aku sesat …) [2] , dan ia berkata pula : فَبِعِزَّتِكَ لأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِيْنَ ( Demi kemuliaan-Mu, sungguh aku akan sesatkan mereka (manusia) semuanya ) [3] , sung guh Iblis telah mengakui Rububiyyah Alloh dan bersumpah dengan kemu- liaan Alloh. Demikian pula seluruh orang kafir, mereka mengakuinya, seperti Abu Jahal, Abu Lahab, dan para penggantinya dari kalangan para pemimpin kekafiran, mereka mengakui Tauhid Rububiyyah padahal mereka tetap pada keadaan kekafiran dan kesesatannya. Alloh jalla wa ‘alaa berfirman : وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اللهُ ( Sesungguhnya seandainya kamu bertanya kepada mereka ( orang-o-rang kafir ) : “Siapakah Yang telah menciptakan mereka ?”, mereka pasti akan menjawab : “Alloh. ) [4] …” [5]

Seandainya ada pengingkaran, seperti yang terjadi pada Fir’aun dan mereka yang sejenis dengannya, maka pengingkaran tersebut semata-mata bersum-ber dari kesombongannya, bukan merupakan ungkapan hati mereka yang se-benarnya. Hal ini dapat dibuktikan ketika Fir’aun ditenggelamkan di lautan dan maut di depan matanya, Fir’aun pun berkata :

آمَنْتُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الَّذِيْ آمَنَتْ بِهِ بَنُوْا إِسْرَائِيْلَ , وَ أَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Aku beriman bahwasannya tidak ada yang berhak disembah kecuali Tuhan Yang disembah oleh Bani Isroil, dan aku termasuk orang yang muslim !”

( Qs. Yunus : 90 – 91 )

Demikianlah, kesombongan Fir’aun-lah yang menghalangi dia dan bala tenta ranya untuk mengakui Rububiyyah Alloh.

Tauhid Rububiyyah ini tidaklah memasukkan orang ke dalam Islam, karena secara naluriyah setiap insan pasti mengakuinya, sebagaimana penga-kuan Iblis, Fir’aun, Abu Jahal, Abu Lahab dan lain-lainnya. Bahkan kaum musyrikin arab yang menentang Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pun me- ngakuinya yang pengakuan tersebut dapat disimak dalam talbiyah mereka :

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ , لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ إِلاَّ شَرِيْكًا هُوَ لَكَ وَ مَا مَلَكَ

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Alloh, aku datang, tidak ada seku-tu bagi-Mu kecuali sekutu yang ia adalah milik-Mu sedang ia tidak memiliki”

Mereka melantunkan talbiyah ini ketika berhaji. Mereka menyembah Alloh, tetapi mereka pun menyembah Latta, ‘Uzza, Manat, Hubal dan Anshob. Pe-ngakuan Rububiyyah mereka tidak memasukkan mereka ke dalam Islam ka-rena mereka telah menyekutukan Alloh dalam Uluhiyyah / Ibadah.

Ketika orang-orang kafir mengakui dan mengimani Tauhid Rububiy yah, di kalangan umat Islam malah muncul penyimpangan terhadap Tauhid Rububiyyah ini. Di antara kelompok yang menyimpang yaitu golongan Dah-riyyah atau pemuja masa yang mengatakan :

مَا هِيَ إِلاَّ حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَ نَحْيَا وَ مَا يُهْلِكُنَا إِلاَّ الدَّهْرُ

“Kehidupan itu hanyalah kehidupan kami di dunia, kami mati dan kami hi-dup, dan tidak ada yang membinasakan kami kecuali masa.”

( QS. Al-Jatsiyah : 24 )

Mereka menyatakan bahwa yang mengatur kehidupan adalah masa atau wak tu. Termasuk ke dalam golongan sesat ini yaitu kaum Syuyu’iyyah ( atheis / komunis ) dan sebagian kaum filosof.

Golongan lainnya yang menyimpang dalam hal ini adalah Syi’ah sek-te Sabaiyyah yang menyatakan bahwa ‘Ali bin Abi Tholib adalah tuhan atau memiliki bagian dari ketuhanan, selalu hidup dan tidak pernah mati, dan ti-dak ada yang menguasainya. ‘Ali itulah yang datang di awan, guruh adalah suaranya, dan petir adalah senyumannya. Orang-orang yang mengikuti aliran ini pada zaman ‘Ali bin Abi Tholib memerintah ditangkap dan dihukum ba-kar oleh ‘Ali. Tetapi ketika mereka dibakar oleh ‘Ali, mereka malah menga-takan : “Tidaklah membakar kami kecuali tuhan kami !” Namun pencetus aliran ini, yaitu ‘Abdullah bin Saba’ berhasil meloloskan diri ke Madain.

Golongan lainnya yang menyimpang dalam hal ini yaitu sebagian go-longan shufi yang menganggap bahwa wali-wali Alloh bila telah mencapai de rajat wali Quthub atau wali Ghauts berarti telah diberi hak untuk ikut menga tur alam raya. Bahkan beberapa aliran shufi lainnya menyatakan bahwa se- seorang bisa menyatu dengan Alloh, dan pemahaman ini kemudian dikenal dengan nama Hululiyyah. Di antara tokohnya yaitu : Bayazid Al-Busthomi, Al-Hallaj, Suhrowardi, dan di Indonesia dikenal nama Syekh Siti Jenar. Dan pemahaman kafir ini dikembangkan lagi oleh Ibnu ‘Arobi dengan faham ke-satuan wujud ( wihdatul-wujud / Pantheisme ), yaitu pemahaman bahwa ti-dak ada wujud nyata di alam ini kecuali wujud Alloh. Alam ini memiliki dua sisi, sisi lahiriyyah disebut al-kholq ( makhluq ) dan sisi bathiniyyah disebut al-Kholiq ( Pencipta ). Maka bila Tuhan ingin melihat dirinya, cukup ia meli-hat alam karena pada hakekatnya tidak ada perbedaan antara keduanya. Pe-mahaman sesat ini sekarang dipopulerkan dengan ungkapan “Tuhan ada di mana-mana.”

Penyimpangan lainnya adalah apa yang banyak dilakukan oleh pelan-tun sholawat-sholawat bid’ah, yaitu ketika mereka melantunkan sholawat na-riyyah atau sholawat tafrijiyyah, mereka berkata :

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَ سَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحِلُّ بِهِ الْعَقْدُ وَ تَنْفَرِجُ بِهِ الْكَرْبُ وَ تُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَ تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَ حُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَ يُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الكَرِيْمِ ….

“Ya Alloh, berilah sholawat dan salam yang sempurna kepada tuan kami Mu hammad, yang dengannya akan terlepas segala buhul ikatan, akan terlepas se gala kesusahan, akan tertunai segala hajat, akan tercapai segala harapan dan husnul-khotimah, dan dengan wajahnya yang mulia awan mendung diminta agar mencurahkan air, …..”

Di sini Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam disejajarkan dengan Alloh ‘azza wa jalla dalam kemampuan Rububiyyah, mengatur beberapa urusan alam. Begi-tu pula isi yang dikandung dalam banyak sholawat bid’ah lainnya.

Penyimpangan lainnya yaitu terjadi pada orang-orang yang bekerja sa ma dengan jin, baik penyihir, ahli nujum, pemilik khodam jin atau khodam malaikat –padahal hakekatnya jin pula-, pemuja benda-benda dan tempat-tempat keramat dan sebagainya mereka meyakini bahwa jin, malaikat gadu-ngan, pusaka, kuburan, jimat dan lain-lainnya memiliki andil dalam menga-tur di alam ini, baik dengan mendatangkan manfa’at atau menolak bencana.

Demikianlah beberapa penyimpangan dalam mengimani Tauhid Ru-bubiyyah yang dilakukan oleh sebagian orang-orang muslim, padahal orang-orang kafir –kebanyakan mereka– tulus dan murni dalam mengimani Tauhid Rububiyyah, hanya saja mereka ingkar dengan Tauhid Uluhiyyah. Bila demi-kian maka kekafiran orang-orang muslim yang menyimpang dari Tuhid Ru-bubiyyah lebih parah dibandingkan dengan kekafiran orang musyrik di za-man Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ! Mari kita segera bertaubat dan memperbaiki iman dan tauhid kita agar selamat dari siksa nereka !

{ ‘Abdulloh A. Darwanto }


[1] Ad-Durusul-Muhimmah Li ‘Aammatil-Ummah : 7 – 8.

[2] Qs. Al-Hijr : 39

[3] Qs. Shod : 82

[4] Qs. Az-Zukhruf : 87.

[5] Mujmal ‘Aqidah As-Salaf Ash-Sholih : 10 – 11.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: