ALLOH SUMBER KEBENARAN

Kebenaran adalah sesuatu yang tetap tanpa adanya keraguan [1]. Dan sumber segala kebenaran adalah Alloh karena Alloh adalah Al-Haqq ” Yang Maha Benar “, sebagaimana firman Alloh ta’ala :

وَ قُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ

“Katakanlah : “Kebenaran itu dari Tuhan kalian !” ( Qs. Al-Kahfi : 29 )

Dalam ayat yang lain Alloh ta’ala berfirman :

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ

“Katakanlah : “Wahai manusia, sesungguhnya telah dating kepada kalian kebenaran dari Tuhan kalian …” ( Qs. Yunus : 108 )

Sedangkan kebaikan bermakna : “Bagus.” [2] Namun tidak semua yang baik atau bagus itu benar, karena kebenaran tidak dilihat dari kebagus- an bentuk dan penampilannya, tetapi dinilai dari kesesuaiannya dengan pe-tunjuk dari Alloh ta’ala. Oleh karena itu Al-Haqq dipilih oleh Alloh sebagai salah satu dari nama-nama-Nya yang indah, bukan Al-Khoir atau Al-Hasan.

Ada pun manfa’at atau faidah adalah kebaikan dan apa saja yang bisa mengantarkan seseorang kepada yang diinginkan. [3] Tapi tidak semua yang bisa memberi manfa’at adalah kebenaran, sebagaimana firman Alloh ta’ala :

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَ الْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَ مَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَ إِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا

“Mereka bertanya kepadamu tentang Khomr dan judi, katakanlah : “Pada ke duanya terdapat dosa yang besar dan berbagai manfa’at bagi manusia, tetapi dosanya lebih besar dari manfa’atnya.” ( Qs. Al-Baqoroh : 219 )

Para ahli bid’ah dari kalangan Sururiyyin [4] hendak mengaburkan mak na-makna yang sudah jelas ini. Tujuan mereka yang sebenarnya adalah mem-bela ahli bid’ah. Mereka berceloteh : “Ahli bid’ah juga punya kebaikan, kita ambil kebaikan dari mereka.” Memang kebaikan ada juga pada mereka, na-mun keburukan yang ada pada ahli bid’ah lebih besar dan telah mencemari kebaikan yang ada pada mereka. Oleh karena itu para ‘ulama Ahlus-Sunnah sepakat untuk tidak mengambil kebaikan dari Ahli Bid’ah, sebagaimana hal ini ditegaskan oleh seorang ‘ulama tabi’in Muhammad bin Sirin : “Tidaklah mereka mempertanyakan tentang sanad, namun ketika telah terjadi fitnah, mereka berkata : “Sebutkan kepada kami rijal ( orang-orang ) kalian !”, bila dilihat sanadnya kepada Ahlus Sunnah maka diambil haditsnya, tetapi bila dilihat sanadnya dari ahli bid’ah maka ditinggal haditsnya.” ( AR. Muslim )

Imam Malik bin Anas rohimahulloh berkata : “Para pengekor hawa nafsu ada- lah sejelek-jelek kaum, tidak perlu mengucap salam kepada mereka, dan men jauhi mereka lebih aku sukai.” [5]

Imam Abu Zur’ah pernah ditanya dengan Al-Muhasibi [6] dan kitab-kitabnya, beliau berkata kepada yang bertanya : “Hati-hatilah, kitab-kitab ini adalah bid’ah dan sesat, wajib atasmu berpegang dengan atsar, kamu akan dapati pa danya apa yang menjadikanmu tidak butuh lagi kepada kitab-kitabnya ini.” Kemudian ditanyakan kepada beliau : “Di dalam kitab-kitabnya banyak terda pat pelajaran ?” Beliau menjawab : “Barangsiapa yang tidak mendapatkan pelajaran dalam Kitabulloh, maka ia pun tidak akan mendapatkan pelajaran dari kitab-kitabnya itu.” [7]

Imam Ad-Darimi meriwayatkan dalam Sunannya : “Telah bercerita kepada kami Sa’id bin ‘Amir dari Asma’ bin ‘Ubaid, dia berkata : “Ada dua orang da- ri pengekor hawa nafsu datang menemui Ibnu Sirin, mereka berkata : “Wa-hai Abu Bakar, bolehkah kami memberitakan kepadamu sebuah hadits ?” Ib nu Sirin menjawab : “Tidak boleh !” Mereka berkata lagi : “Kalau begitu ka-mi akan bacakan kepadamu sebuah ayat dari Kitabulloh ?” Ibnu Sirin menja- wab ” Tidak boleh ! Kalian yang bangkit ( pergi ) atau aku yang bangkit !” Maka mereka berdua pun keluar. Sebagian orang bertanya : “Wahai Abu Ba-kar, ada apa denganmu ketika mereka hendak membacakan kepadamu satu ayat dari Kitabullloh ta’ala ?” Beliau menjawab : “Aku khawatir dia membaca kan kepadaku sebuah ayat, kemudian mereka menta’wilkannya, maka mene-taplah hal itu dalam hatiku.”

Berkata Al-Imam Adz-Dzahabi rohimahulloh : “Mayoritas para Imam Salaf berada di atas tahdzir ( peringatan ) ini, karena mereka memandang bahwa hati itu lemah, sementara syubhat ( upaya pengkaburan ) adalah sesuatu yang sangat cepat menyambar.” [8]

Perhatikanlah para ‘ulama besar Ahlus-Sunnah yang begitu anti dalam meng ambil kebaikan dari Ahli Bid’ah, meskipun hadits atau pun ayat Al-Qur’an. Karena banyak sekali ahli bid’ah bahkan orang-orang kafir yang lihai mem-permainkan ayat-ayat dan hadits-hadits untuk menjerumuskan umat.

Sebagian dalil yang dipergunakan oleh para Sururiyyin dalam mem-bolehkan mengambil kebaikan dari Ahli Bid’ah adalah kebolehan meriwayat-kan Isroiliyyat, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi r :

حَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَ لا حَرَجَ

“Beritakanlah dari Bani Isroil dan tidak ada dosa.” ( HR. Al-Bukhori )

Mereka mengira bahwa kebolehan meriwayatkan Isroiliyyat ini berarti kebo-lehan mengambil kebaikan dari ahli bid’ah, bahkan dari orang kafir.. Hal ini tidak sebagaimana difahami oleh para Shahabat. ‘Abdulloh bin ‘Amr y yang meriwayatkan hadits ini dari Nabi r memahaminya dengan membawa dua gerobak kitab-kitab dari Bani Isroil, tidak dengan duduk mendengarkan me-reka. Tindakan ini tidak berarti mengambil kebaikan dari mereka karena Na-bi r juga bersabda :

لا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلا تُكَذِّبُوهُمْ وَ { قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَ مَا أُنْزِلَ إلينا و ما أنزل إليكم }

“Jangan kalian benarkan Ahli Kitab dan jangan pula kalian dustakan mereka, tetapi [ katakanlah : “Kami beriman kepada Alloh, kepada apa yang diturun-kan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada kalian ] – Qs. Al-Baqoroh : 136 -.” ( HR. Al-Bukhori )

Rosululloh r juga bersabda :

لا تَسْأَلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ عَنْ شَيْءٍ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَهْدُوكُمْ وَقَدْ ضَلُّوا

“Janganlah kalian bertanya kepada Ahli Kitab tentang sesuatu apa pun, kare-na mereka tidak akan memberimu petunjuk, sesungguhnya mereka telah se-sat.” ( HR. Ahmad )

Ibnu ‘Abbas y berkata :

يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِينَ كَيْفَ تَسْأَلُونَ أَهْلَ الْكِتَابِ وَكِتَابُكُمْ الَّذِي أُنْزِلَ عَلَى نَبِيِّهِ r أَحْدَثُ الأَخْبَارِ بِاللَّهِ تَقْرَءُونَهُ لَمْ يُشَبْ وَ قَدْ حَدَّثَكُمْ اللَّهُ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ بَدَّلُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ وَغَيَّرُوا بِأَيْدِيهِمْ الْكِتَابَ فَقَالُوا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ { لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلاً }

“Wahai kaum muslimin, bagaimana bisa kalian bertanya kepada Ahli Kitab, padahal Kitab kalian yang diturunkan kepada Nabi-Nya r lebih baik dalam memberitakan tentang Alloh, kalian bisa membacanya dan tidak tercampur, sesungguhnya Alloh telah memberitakan kepada kalian bahwa Ahli Kitab telah merubah apa yang telah Alloh tulis, mereka merubah Al-Kitab dengan tangan mereka, lalu mereka berkata : “Ini dari sisi Alloh,” agar mereka bisa menjualnya dengan harga yang murah.” ( AR. Al-Bukhori )

Dan cukuplah bagi kita kebaikan yang ada di dalam Al-Qur’an, As-Sunnah dan yang ada pada para Salaf umat ini, yakni para Shahabat, Tabi’in dan Tabi it Tabi’in yang kebaikan mereka telah dijamin oleh Al-Qur’an dan Sunnah.

[ ’Abdulloh A. Darwanto ]


[1] Mu’jam Al-Wasith : 210.

[2] Ibid : 195 dan 288.

[3] Ibid : 982 .

[4] Yaitu penganut faham Sururiyyah yang dicetuskan oleh Muhammad Surur Nayif Zai- nal ‘Abidin yang merupakan tokoh gerakan Ikhwanul Muslimin yang menyusup ke te-ngah-tengah da’wah Salafiyyah untuk mengkaburkan prinsip al-wala’ ( loyalitas ) dan al-baro’ ( permusuhan ) dan membuat kekisruhan di kalangan Ahlus-Sunnah wal-Ja-ma’ah.

[5] Al-Intiqo’ fi Fadhoil Ats-Tsalatsah Al-Aimmah Al-Fuqoha : 34, lihat kitab Mujmal I’tiqod Aimmah As-Salaf : 45.

[6] Seorang ahli bid’ah dari aliran ahli kalam shufi. Dia banyak memiliki tulisan yang sebe narnya cukup bermutu dan terkenal. Dia ditinggalkan karena kebid’ahannya.

[7] Tahdzib At-Tahdzib : 2 / 117 dan Tarikh Baghdad : 8 / 215, lihat pula kitab Lamm Ad-Durrr Al-Mantsur : 35.

[8] Siyar A’lam An-Nubala’ : 7 / 261, lihat pula kitab Al-Bid’ah wa Atsaruha As-Sayyi’ fil-Ummah hal. 87 – 88 karya guru kami Syaikh Salim Al-Hilali hafizhohulloh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: