GHIBAH ! SI PEMBAWA BENCANA

Apa itu ghibah ? Saudaraku ! ada suatu perkara yang kelihatannya ringan dilakukan dan banyak manusia baik sadar atau tidak sadar terjerumus didalamya, namun sesungguhnya perkara ini adalah perkara haram yang mengandung dosa besar. Itulah  Ghibah, akhlak tercela ini wajib diwaspadai dan dijauhi oleh setiap muslim. Sebab Ghibah   bertentangan dengan akhlak mulia yang semestinya dimiliki oleh seorang muslim. Perhatikan ! definisi ghibah, supaya kita bisa mewaspadainya.

Imam Al-Jurjani berkata : “Ghibah adalah menyebut kejelekan orang, tanpa sepengetahuannya”  At-Kafawi berkata : “ Ghibah adalah berbicara mengenai seseorang, tanpa sepengetahuannya” At-Tahanawi berkata :          “Ghibah adalah engkau menyebut saudaramu dengan perkataan yang jika perkataan itu sampai kepadanya, dia tidak menyukainya. Sama saja apakah engkau menyebut kekurangannya pada badannya, pakaiannya, akhlaknya, perbutannya, perkataannya agamanya, dunianya, anaknya, tempat tinggalnya atau selainnya.

Saudaraku, sangat ironis, karena kebanyakan orang, apabila diingatkan kepada salah seorang dari  mereka : “Bertakwalah kepada Alloh sungguh kamu telah berbuat ghibah terhadap Saudaramu !” niscaya dia akan menjawab “Saya tidak mengatakan kecuali apa yang ada padanya” Dia tidak menyadari bahwa apa yang ia lakukan itu sesungguhnya adalah Ghibah. Apalagi di era tekhnologi seperti sekarang ini ternyata sarana komunikasi sering berubah fungsi menjadi alat Ghibah, seperti telepon selular, telepon gengam (SMS),  dan bahkan hampir disemua televisi ditanah air ini, menyajikan acara Ghibah yang  dikemas dengan rapih dan menjadi tontotan yang menarik. Waspadalah Saudaraku, Ghibah adalah perkara haram yang mengandung dosa besar. Rasululloh Saw bersabda:

Dari Abu Huaoirahu RA. : Sesungguhnya Rasululloh saw bertanya : Tahukah kalian, apa itu ghibah ? Para sahabat menjawab : ”Alloh dan Rasul-Nya  yang lebih tahu. “Beliau bersabda : “Kamu berbicara tentang saudaramu dengan pembicaraan yang tidak disukainya.”Ada yang bertanya : “bagaimana apabila yang aku katakan tentang dia itu benar  ? “ Beliau menjawab Jika yang engkau katakan benar, maka kamu telah berbuat ghibah, tetapi jika tidak benar, sungguh kamu telah membuat kebohongan (fitnah) tentangnya” ( HR.  Muslim )

Saudaraku, “Sesungguhnya menyebut saudaramu dengan hal-hal yang tidak dia senangi” adalah perbuatan Ghibah, meskipun yang engkau katakan itu benar ada pada dirinya. Jangan tertipu oleh syaithon dan terbiasa dengan syubhat yang batil.

Hukum Ghibah, Para ulama sepakat memasukan ghibah dalam perbuatan dosa besar dan akan berakibat buruk terhadap pelakunya, jika dia tidak bertaubat darinya. Pemilik Jawami’u’l-kalim Rasululloh Saw menjadikan ghibah sederajat dengan mengambil harta dan membunuh jiwa. Sabagaimana sabdanya  :

“Setiap muslim dengan muslim yang lain haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya”                                                                      ( HR. Muslim )

Saudaraku, mengambil harta orang lain dan membunuh keduanya adalah dosa besar menurut ijma’, Demikian juga menodai kehormatan saudaranya (Ghibah). Inilah hukumnya janganlah kita sampai terjerumus kedalam dosa besar.

Waspadalah Terhadap Ghibah, Saudaraku, ghibah adalah penyakit yang berbahaya, yang akan menggelincirkan pelakunya kepada kebinasaan. Salman Al-Farisi telah menulis kepada Abu Darda’ ; Amma Ba’ad, “saya wasiatkan kepadamu untuk selalu menyebut Alloh, sebab dia adalah obat, saya melarang kamu untuk menyebut manusia, sebab dia adalah penyakit” . Rasululloh Saw mengingatkan kepada kita tentang bahaya Ghibah, sebagaimana sabdanya :

“Bentuk riba yang paling tinggi adalah menyebarkan aib kehormatan seorang muslim tanpa hak (Ghibah)” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Wahai kalian yang duduk-duduk dan menceriterakan aib orang lain, ketahuilah sesunguhnya Alloh SWT telah mengingatkan kepada kalian dengan keras. Dan Alloh telah membuat permisalan agar supaya kalian meninggalkan Ghibah. Alloh berfirman

ﻭﻻ يغتب  بعضكم  ﺑﻌﺿﺎ  ﺃ يحب  ﺃ ﺣﺪﻛﻢ  ﺃ ﻥ يأﻛﻞ لحم  أخيه ميتًا فكرهتموه  ﻭ اتقوا ﺍﷲ   ﺇﻥ ﺍﷲ تواب رحيم

“ … dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging sudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Hujurat : 12)

Ibnu ‘Abbas berkata, “ Sesungguhnya Alloh membuat perumpamaan ini  khusus untuk ghibah, sebab memakan daging orang yang sudah mati adalah haram dan menjijikan, demikian pula dengan ghibah, adalah perbuatan haram hukumnya dalam agama, dan najis dalam jiwa.

Saudaraku, orang yang menceriterakan aib orang lain, berarti telah rela dengan akhlak jelek dalam dirinya. Yaitu bagaikan memakan daging bangkai   saudaranya sendiri. Sungguh betapa menjijikannya orang seperti ini. Berhati-hatilah jangan sampai kita terjerumus kedalamnya.

Bencana Ghibah, Saudaraku, ketahuilah bahwa ghibah bisa menimbulkan bencana yang sangat besar  bagi pelakunya baik didunia maupun diakhirat.

1. Ghibah  adalah  perilaku akhlak yang tercela. Sungguh dia tidak akan membuahkan kebaikan, kecuali penderitaan bagi pelakunya. Umar bin Khathab berkata “Janganlah engkau sibukan dirimu dengan banyak menyebut manusia, sebab dia adalah bencana. Hendaknya kamu membiasakan diri mengingat Alloh, sebab ia adalah rahmat”.

2. Ghibah akan merusak din (Agama), sesungguhnya ghibah bertentangan dengan akhlak mulia dan menyeret pelakunya agar jauh dari din dan sifat waro’. Hasan basri berkata : “Demi Alloh ghibah itu lebih cepat merusak din daripada penyakit menggerogoti tubuh,”

3.  Ghibah menghilangkan keimanan, Rasululloh Saw bersabda :

“Wahai orang yang beriman hanya dengan lisannya, tetapi keimanan itu tdk masuk kedalam hatinya, janganlah kalian menceritakan aib orang-orang muslim, janganlah engkau mencari-cari cela mereka, barang siapa yang mencari-cari cela mereka, sungguh Alloh akan membuka celanya, barang siapa yang dibuka celanya oleh Alloh, maka Alloh akan mempermalukannya didalam rumahnya” (Hr. Abu Dawud)

4.  Ghibah salah satu sebab datangnya adzab kubur.

Qotadah berkata : “Kami telah diberitahu, bahwa adzab kubur disebabkan oleh tigal hal, sepertiganya dari ghibah, sepertiga dari kencing (tidak istinja), dan sepertiga dari adu domba (namimah).

5. Ghibah adalah penyebab datangnya adzab pada hari kiamat.. Inilah balasan terbesar dan mengerikan bagi orang yang suka menceriterakan aib orang lain.

Nabi telah memperingatkan hal ini yang bisa membuat dada kita tergetar, dan kulit kita merinding  karena takut.

“Tatkala melakukan mi’roj, aku (Rasululloh) melewati sekelompok  kaum yang berkuku panjang dari tembaga, mereka menggaruk-garuk wajah dan dada mereka sendiri hingga mengelupas kulit dan dagingnya. Aku bertanya “ Siapakah mereka wahai Jibrilb ? Jibril menjawab : mereka adalah orang yang memakan daging bangkai manusia, dengan menghancurkan kehormatan saudaranya” (Ghibah) (Hr. Ahmad dan Abu Dawud).

6.  Ghibah, salah satu sebab hilangnya kebaikan pada hari kiamat. Pada hari yang sangat dsyat dan menakutkan, padanya dibutuhkan kebaikan. Sadarilah jika kalian termasuk orang-orang yang berbuat ghibah, maka akan akan datang pada kalian orang-orang yang kalian gunjingkan, kemudian setiap dari mereka mengambil kebaikanmu. Dan tatkala kebaikanmu habis, maka ditimpakanlah dosa-dosa orang yang kamu gunjingkan kepadamu. Bagaimana keadaanmu pada waktu itu ?

Saudaraku, itulah bahaya ghibah, berhati-hatilah jangan kita tertipu dengan panjangnya umur, dan diakhirkannya perhitungan.  Karena pada suatu hari, orang yang suka berbuat ghibah akan mengetahui sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata. Namun penyesalan yang datang terlambat  sudah tidak bermanfaat.  Yahya bin Mu’adz berkata : “Jadikan bagian seorang mukmin pada diri kalian tiga perkara, supaya kalian menjadi orang-orang yang baik. Pertama, Jika kalian tidak mampu memberi manfaat kepadanya, jangan sekali-kali memberikan madhorot (bahaya) terhadapnya. Kedua, Jika kalian tidak mampu menjadikan dia senang, sekali-kali jangan engkau jadikan dia bersedih. Ketiga, jika kalian tidak mau memujinya, jangan sekali-kalian kalian mencelanya.

Saudaraku, berhati-hatilah jangan sampai terjerumus dalam  forum ghibah!

Wallohu Ta’ala Al Muwaffiq.

(H.Supriyanto,SE)

2 Tanggapan

  1. indah sekali artikenya??? buatkn yang menarik lagi

  2. ilmunya sangat bermaanfaat bagi saya…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: